Yasonna Minta AHY dan SBY Tak Asal Serang Pemerintah Soal KLB Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak menuding pemerintah terlibat KLB Demokrat.

    Ia meminta keduanya tak menuding atau menyerang pemerintah tanpa dasar. "Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya. Main insinuasi, itu yang saya minta," ucap Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 9 Maret 2021.

    Politikus PDIP ini mengatakan pemerintah akan profesional dan objektif menilai hasil Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara itu.

    Yasonna mengatakan pemerintah akan menilai berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

    "Kami akan bertindak profesional sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Itu supaya dicatat. Itu saja titik," kata Yasonna.

    Yasonna menngatakan Kemenkumham masih melihat persoalan KLB Demokrat Deli Serdang sebagai masalah internal. "Nanti kalau KLB datang kita akan menilai semuanya sesuai AD/ART Partai Demokrat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Itu penting," ujarnya.

    Sebelumnya, AHY bersama timnya telah mendatangi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) pada Senin, 8 Maret 2021. Mereka membawa dokumen bukti bahwa Demokrat telah mengesahkan AD/ART pada 2020. 

    Baca juga: AHY Sebut KLB Demokrat Deli Serdang Ilegal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.