AHY Bertemu Mahfud Md, Cerita Kondisi Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. AHY yang turut didampingi pimpinan DPP dan anggota Fraksi Demokrat di DPR juga membawa dua kotak kontainer plastik berisi berkas-berkas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. AHY yang turut didampingi pimpinan DPP dan anggota Fraksi Demokrat di DPR juga membawa dua kotak kontainer plastik berisi berkas-berkas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menemui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud Md. Pertemuan ini digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021.

    Dalam rekaman video yang diunggah di YouTube Kemenko Polhukam, ia didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, dan sejumlah kader.

    Agus mengucapkan terima kasih kepada Mahfud. Ia pun berbicara mengenai kondisi Partai Demokrat saat ini.

    "Jadi memang situasinya ini karena AD/ART kami 2020 yang sudah disahkan. Wah ini tidak bisa ini begini, sama saja kami direbut kedaulatannya," kata putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

    Ia mengatakan sudah menggelar apel siaga Partai Demokrat untuk menyikapi persoalan. 

    Sebelumnya, AHY juga mendatangi Kementerian Hukum dan HAM. Ia menyerahkan sejumlah dokumen termasuk AD/ART Demokrat yang sudah disahkan Kemenkumham pada 2020. Safari ini berkaitan dengan persoalan KLB Demokrat.

    Baca juga: AHY Sebut Siap Maafkan Moeldoko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.