Begini KPAI Apresiasi Jokowi yang Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake

    Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake

    Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mencabut lampiran Peraturan Presiden nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang melegalkan minuman keras.

    Sebab, menurut KPAI, langkah Jokowi tepat dalam mengedepankan keselamatan anak.

    "Iklim investasi yang membawa ancaman linkungan, tatanan moral, tatanan etika, seperti produk miras, hendaknya dihindari. Ini adalah prinsip kehati hatian," ujar Komisioner KPAI Jasra Putra melalui keterangan tertulis pada 2 Maret 2021.

    Jasra menjelaskan, miras telah mengorbankan anak-anak. "Kisah anak meninggal karena miras oplosan, harus dikurangi, karena kasusnya banyak," ucap Jasra melanjutkan terkait wacana investasi miras itu.

    Jasra menilai, regulasi pengawasan konsumsi miras selama ini masih lemah. Meski tertulis bahwa miras tak boleh dikonsumsi oleh anak di bawah umur, tetapi fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

    Baca juga : Ma'ruf Amin Ikut Dorong Jokowi Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras

    Jasra menyayangkan sebab kebijakan larangan itu mengikat semua pihak, baik yang membuat, menjual sampai mengedarkan.

    "Tetapi seringkali laporan pencegahan anak untuk tidak mengkonsumsi minuman keras, kenyataannya di level grassroot sangat sulit dicegah. Sehingga lebih menampakkan regulasi yang pengawasannya sangat lemah," kata dia terkait pencabutan investasi miras oleh Jokowi itu.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.