Vaksinasi Covid-19 Lansia Tahap Awal Fokus di Jakarta dan Ibu Kota Provinsi

Reporter

Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi Covid-19 massal bagi pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. ANTARA/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah memasuki tahap dua dengan sasaran prioritas Lansia dan petugas pelayanan publik. Vaksinasi untuk petugas pelayanan publik sudah dimulai dari pedagang pasar Tanah Abang pada Rabu lalu. Sementara untuk Lansia baru akan dimulai pekan depan.

"Kemungkinan kita mulai penyuntikan (untuk Lansia) pekan depan," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Jumat, 19 Februari 2021.

Untuk vaksinasi tahap dua ini, tujuh juta dosis vaksin sudah siap untuk didistribusikan dan akan segera sampai di 34 provinsi. Vaksinasi akan fokus di provinsi yang ada di Jawa-Bali sehingga vaksin yang didistribusikan juga sesuai dengan proporsi di mana Jawa-Bali mendapatkan kurang lebih 70 persen dari proporsi vaksin yang ada saat ini.

Dengan keterbatasan jumlah vaksin Covid-19 yang ada, kata Nadia, maka vaksinasi tahap awal ini akan diutamakan bagi kelompok Lansia di atas 60 tahun yang ada di seluruh Provinsi DKI Jakarta dan ibu kota dari 33 provinsi.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan fokus Jawa-Bali, kata Nadia, dilakukan mengingat terdapat banyaknya jumlah Lansia di provinsi-provinsi tersebut dan merupakan daerah dengan penularan Covid-19 yang tinggi. "Pada prinsipnya semua Lansia akan divaksinasi, tapi untuk tahap pertama karena vaksinnya terbatas hanya sebagian Lansia yang akan divaksinasi," tuturnya.

Pada pelaksanaannya, terdapat dua pilihan mekanisme pendaftaran bagi Lansia. Pilihan pertama, vaksinasi akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan masyarakat baik di Puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Peserta dapat mendaftar secara online di situs Kementerian Kesehatan yaitu www.kemkes.go.id dan situs Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di covid-19.go.id.

Dengan adanya tautan yang baru ini, maka tautan yang sebelumnya beredar sudah tidak dapat dipergunakan kembali. Bagi peserta vaksinasi yang sudah sempat mengisi tautan tersebut, lanjut Nadia, tidak perlu khawatir karena pemerintah memastikan data sudah tersimpan di Dinas Kesehatan Provinsi tempat peserta tinggal.

Baca juga: Kemenkes Jelaskan 2 Jalur Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Lansia

Setelah peserta mengisi data, seluruhnya tercatat di dinas kesehatan provinsi masing-masing. Dinkes nantinya yang akan menentukan jadwal pelaksanaan vaksinasi bagi Lansia.

Selanjutnya, pilihan kedua adalah mekanisme melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. Adapun contoh organisasi dan institusi yang dapat menyelenggarakan vaksinasi, seperti organisasi untuk para pensiunan ASN, Pepabri atau Veteran Republik Indonesia.

Organisasi lain juga bisa menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 secara massal seperti organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan. Syaratnya, organisasi tersebut harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan provinsi kabupaten/kota untuk dapat melaksanakan vaksinasi massal.

DEWI NURITA






Ikatan Istri Karyawan Pegadaian Beri Bantuan untuk Lansia

1 hari lalu

Ikatan Istri Karyawan Pegadaian Beri Bantuan untuk Lansia

Bantuan senilai total Rp 50 juta diberikan secara simbolis dalam bentuk kebutuhan pokok, sandang dan pangan dan prasarana lainnya.


Airlangga Dorong Akselerasi Pemberian Vaksin Booster di Rumah Sakit

3 hari lalu

Airlangga Dorong Akselerasi Pemberian Vaksin Booster di Rumah Sakit

Airlangga Hartarto mendorong percepatan pemberian vaksin booster Covid-19 melalui peresmian cabang baru RS Citra Arafiq di Sawangan, Depok.


Vaksinasi Covid-19: Belum Suntik tapi Terdata Sudah, Ini Kata Kemenkes

5 hari lalu

Vaksinasi Covid-19: Belum Suntik tapi Terdata Sudah, Ini Kata Kemenkes

Ada 1.285 kasus pengaduan nomor induk kependudukan (NIK) sudah vaksinasi Covid-19--padahal belum--hanya pada periode Juli 2022.


Update Covid-19 Hari Ini di Jakarta: Kasus Aktif Turun, Ada Tambahan 2.300 Kasus Positif

6 hari lalu

Update Covid-19 Hari Ini di Jakarta: Kasus Aktif Turun, Ada Tambahan 2.300 Kasus Positif

Dinas Kesehatan DKI memperbarui data untuk update Covid-19 hari ini di Jakarta. Ada penurunan kasus aktif.


Apakah Cacar Monyet Berbahaya? Begini Cara Pencegahannya

6 hari lalu

Apakah Cacar Monyet Berbahaya? Begini Cara Pencegahannya

Cacar monyet dapat dibilang bahaya meski belum adanya kasus di Indonesia. Namun ada pengobatannya tersendiri untuk mencegah penyebarannya.


Ragam Usaha yang Bisa Dilakukan Lansia setelah Pensiun

6 hari lalu

Ragam Usaha yang Bisa Dilakukan Lansia setelah Pensiun

Isi masa pensiun dengan kegiatan yang kreatif dan bisa menghasilkan uang. Berikut di antaranya.


Waspadai Varian Baru Covid-19 yang Terus Bermunculan

6 hari lalu

Waspadai Varian Baru Covid-19 yang Terus Bermunculan

Pandemi Covid-19 belum usai, bahkan varian baru virus terus bermunculan. Jadi, tetap waspada.


Deteksi TBC dan HIV/AIDS Indonesia Rendah, Perlu Fokus

8 hari lalu

Deteksi TBC dan HIV/AIDS Indonesia Rendah, Perlu Fokus

Hibah Global Fund untuk Pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan Malaria di Indonesia


Sebab Remaja Rentan Perlu Jadi Prioritas Vaksinasi Booster

8 hari lalu

Sebab Remaja Rentan Perlu Jadi Prioritas Vaksinasi Booster

Epidemiolog mengatakan remaja rentan harus menjadi prioritas mendapatkan booster vaksin COVID-19. Ini sebabnya.


Capaian Vaksin Booster Baru 27,22 Persen, Pemerintah Imbau Nakes Segera Suntik Vaksin Keempat

9 hari lalu

Capaian Vaksin Booster Baru 27,22 Persen, Pemerintah Imbau Nakes Segera Suntik Vaksin Keempat

Pemerintah akan mengumumkan soal vaksin booster kedua untuk masyarakat umum.