Polri Sebut Pola Jamaah Islamiyah di Bawah Wijayanto Berubah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian mengungkap peran Para Wijayanto selama menjadi amir organisasi teroris Jamaah Islamiyah pada 2008-2019. Menurut polisi, Para Wijayanto melakukan sejumlah perubahan pada strategi dan struktur organisasi itu.

    "JI akhirnya dipimpin oleh amir bernama Para Wijayanto yang mana di kepemimpinan ini dia fokus pada dakwah, kemudian rekrutmen anggota baru, juga pendidikan," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, di kantornya Senin, 4 Januari 2021.

    Wijayanto mulai menjadi pemimpin organisasi itu pada 2008 setelah sempat kosong. Wijayanto mengubah struktur dan konsep yang lama. Menurut Argo, kepengurusan lama berkonsep perjuangan.

    Para Wijayanto juga membangun konsep Tastos. Menurut Argo, Tastos adalah prosedur standar operasi yang bersifat bertahan dan agar tidak tertangkap. "Ada yang diutamakan SOP tadi, menjaga keamanan yang sifatnya bertahan agar tidak tertangkap dan bertahan," kata Argo.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, negara tujuan dikirimnya anggota JI juga berubah yaitu Suriah, Palestina dan Yordania. Sebelumnya, negara tujuan hanya Suriah. Argo berkata mereka yang dikirim ke Timur Tengah sudah dilatih bela diri. Polisi mendeteksi ada 12 lokasi yang menjadi tempat pelatihan.

    Argo melanjutkan Para Wijayanto juga mengincar anak yang pintar dan memiliki emosi stabil, serta fisik yang prima. "Jangan lupa bahwa kader muda JI yang dikirim ke Suriah itu memiliki paket lengkap. Kami tanya apa yang dimaksud paket lengkap, itu memiliki kemampuan dasar yang dimiliki misalnya bela diri, ahli IT, keahlian medis, ahli bahasa, ahli manajemen," kata argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.