Jadi Juri Zayed Award, JK Usul Penemu Obat Covid-19 Diberi Penghargaan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, memperlihatkan piagang penghargaan donasi 9 ribu masker N95 dari Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia untuk membantu dalam menangani pandemi virus corona baru (Covid-19), 14 Mei 2020. (MMKSI)

    Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, memperlihatkan piagang penghargaan donasi 9 ribu masker N95 dari Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia untuk membantu dalam menangani pandemi virus corona baru (Covid-19), 14 Mei 2020. (MMKSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan wakil presiden Jusuf Kalla atau JK, mengusulkan agar ahli medis penemu obat yang dapat menghentikan pandemi Covid-19 diganjar penghargaan. "Jadi penerima penghargaan haruslah menunjukkan kesuksesannya dalam hal persaudaraan yang membawa berkah atau manfaat ke aspek kehidupan lainnya. Dan, prestasinya itu harus berdampak internasional,” kata JK dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Oktober 2020.

    JK menyampaikan usulan itu kepada para Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity di Roma-Italia. JK juga menjadi salah satu juri tersebut. JK mengatakan, seorang ahli yang menemukan cara atau obat menghentikan Covid-19 adalah orang yang berjasa dalam hal kemanusiaan dan berdampak internasional.

    Zayed Award for Human Fraternity dicetuskan dari hasil kesepakatan antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Dr Ahmed At-Tayyeb, yang telah menandatangani dokumen bersejarah, Deklarasi Abu Dhabi, dalam Pertemuan Persaudaraan Manusia di Uni Emirat Arab, pada awal Februari 2019.

    Deklarasi yang disebut sebagai "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan" itu berupaya mendorong  hubungan yang lebih kuat antara umat manusia.

    Selain JK, dewan juri Zayed Award antara lain Catherine Samba Panza, mantan Presiden Republik Afrika Tengah; Adama Dieng, mantan penasihat khusus PBB untuk Pencegahan Genosida; Cardinal Dominique Mamberti, Prefek Pengadilan Tertinggi Signatura Apostolik; Michaelle Jean, Gubernur Jenderal Kanada ke-27; dan Mohamed Mahmoud Abdulsalam, Sekretaris Jenderal Komite Tingi Persaudaraan Manusia.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.