Selasa, 22 September 2020

Dianggap Lecehkan Rahayu Saraswati, Demokrat Didesak Beri Sanksi Panca Laksana

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal pasangan calon Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berpose didepan Oplet Si Doel usai mendaftarkan diri Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Jumat 4 September 2020. Bakal pasangan calon Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PAN, PSI, serta Hanura dengan total 23 kursi di parlemen Tangsel. Tempo/Nurdiansah

    Bakal pasangan calon Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berpose didepan Oplet Si Doel usai mendaftarkan diri Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Jumat 4 September 2020. Bakal pasangan calon Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PAN, PSI, serta Hanura dengan total 23 kursi di parlemen Tangsel. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis perempuan Dian Kartika Sari mendesak Partai Demokrat memberi sanksi terhadap Cipta Panca Laksana karena dinilai sudah melakukan pelecehan seksual secara verbal terhadap bakal Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati, lewat cuitannya di akun Twitter pribadi @panca66.

    "Paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget," begitu bunyi cuitan Panca pada Jumat, 4 September 2020.

    Menurut Dian, cuitan Panca itu benar-benar merendahkan martabat perempuan dan menjadikan perempuan sebagai obyek seksual. "Perilaku politisi laki-laki yang menjadikan perempuan sebagai obyek seksual seperti ini harus mendapatkan sanksi dari partai dan masyarakat," ujar Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) ini saat dihubungi Tempo pada Ahad, 6 September 2020.

    Selain Dian, Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany sebelumya juga mengkritik Panca. "Tanpa malu melecehkan perempuan seperti ini. Lalu merasa suci, merasa bisa 'menyelamatkan' bangsa ini. Jangankan menyelamatkan bangsa, menghargai perempuan saja tidak bisa," tulis Tsamara di akun Twitternya.

    Tempo sempat mengonfirmasi cuitan tersebut kepada Panca Laksana. Namun, ia berdalih tak menyebutkan nama siapa pun dalam cuitannya. "Saya enggak nyebut nama kok," kata Panca, kemarin.

    Namun Panca tak menjawab saat ditanya siapa yang dia maksudkan. Dia juga menyatakan tak akan mengklarifikasi cuitan tersebut. "Biar aja," ujarnya.

    Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Ossy Dermawan belum banyak berkomentar saat ditanya apakah partai akan menegur Panca. Dalam sejumlah kritik, warganet mengaitkan status Panca sebagai kader partai mercy itu. "Kami pelajari dulu ya," kata Ossy melalui pesan singkat.

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.