Politikus Demokrat Dikritik karena Dinilai Lecehkan Sara Djojohadikusumo

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal pasangan calon Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berpose saat mendaftarkan diri Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Jumat 4 September 2020. Pilkada Tangsel 2020 akan berlangsung pada Desember 2020. Tempo/Nurdiansah

    Bakal pasangan calon Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berpose saat mendaftarkan diri Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Jumat 4 September 2020. Pilkada Tangsel 2020 akan berlangsung pada Desember 2020. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana dikritik lantaran dianggap melecehkan bakal Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo lewat cuitannya. Pelecehan itu ditengarai dari cuitan di akun Twitternya, @panca66.

    "Paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget," cuit Panca pada Jumat, 4 September 2020. Di cuitan Panca, mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Said Didu sempat membalas 'Huzzz - no pict hoax'.

    Dalam salah satu balasannya, Panca menulis, "Dia posting sendiri fotonya di akunnya," diakhiri dengan emoji tertawa.

    Cuitan itu lantas dikritik warganet. Warganet mengaitkan cuitan Panca dengan foto unggahan Sara, sapaan Rahayu Saraswati, di akun instagram dan Twitter pribadinya pada hari yang sama. Sara mengunggah sejumlah foto dirinya berolahraga lari sebelum mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum, kemarin.

    Jika ditelisik ke akun media sosial dua bakal calon wali kota Tangsel yang lain, Ruhamaben dan Pilar Saga, dalam dua hari terakhir tak ada unggahan mereka yang cocok dengan cuitan Panca.

    Politikus Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany mengkritik Panca dan Said Didu yang melecehkan Sara, alih-alih menyoroti rekam jejaknya sebagai calon Wakil Wali Kota.

    "Tanpa malu melecehkan perempuan seperti ini. Lalu merasa suci, merasa bisa 'menyelamatkan' bangsa ini. Jangankan menyelamatkan bangsa, menghargai perempuan saja tidak bisa," tulis Tsamara di akun Twitternya.

    Sara juga sempat berkomentar lewat akun Twitternya. Ia membalas cuitan warganet yang mengaitkan afiliasi politik Panca dan Said Didu yang berseberangan dengan pemerintahan Joko Widodo.

    "Pelecehan tidak ada hubungannya dengan afiliasi politik, beda pilihan politik bukan berarti bisa dilecehkan, atau karena saya perempuan bukan berarti bisa dilecehkan, pelecehan hanya dilakukan oleh mereka yang berjiwa kerdil dan pengecut," tulis Sara lewat akun @RahayuSaraswati.

    Ketika dikonfirmasi Tempo, Panca Laksana berdalih ia tak menyebutkan nama siapa pun dalam cuitannya. "Saya enggak nyebut nama kok," kata Panca.

    Namun Panca tak menjawab saat ditanya siapa yang dia maksudkan. Dia juga menyatakan tak akan mengklarifikasi cuitan tersebut. "Biar aja,"

    Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Ossy Dermawan belum banyak berkomentar saat ditanya apakah partai akan menegur Panca. Dalam sejumlah kritik, warganet mengaitkan status Panca sebagai kader partai mercy itu. "Kami pelajari dulu ya," kata Ossy melalui pesan singkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.