Kader PDIP Ikut Sekolah Partai, Megawati: Saya Akan Bebani Persoalan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

    Megawati Soekarnoputri. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 94 kader Partai PDI Perjuangan atau PDIP mengikuti sekolah partai yang dilaksanakan secara telekonferens pada Rabu siang, 26 Agustus 2020. Kader-kader tersebut terdiri dari kepala dan wakil kepala daerah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S3 hingga SMA.

    "Saya akan membebani kalian banyak persoalan. Persoalannya yah, bagaimana menyejahterakan rakyat," kata Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam pidatonya kepada cakada, Jakarta, 26 Agustus 2020.

    Mantan Presiden RI tersebut juga menegaskan kepada para calon kepala daerah harus meladeni rakyat sesuai ideologi Pancasila. Ia mengecam segala bentuk intoleransi yang berpotensi memecah-belah negara. Ditegaskan Megawati, para cakada PDIP tak punya cara lain selain harus menjadi nasionalis yang berideologikan Pancasila.

    Selain itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan pelaksanaan Sekolah Partai adalah bagian dari sistem kaderisasi yang dibangun oleh partai demi menghasilkan calon pemimpin terbaik untuk masyarakat.

    Ia bahkan memastikan Bobby Nasution, calon wali kota Medan turut menjadi peserta di sekolah cakada ini bersama 93 calon lainnya. Hasto menambahkan bahwa Partai, kader, dan para calon kepala daerah PDIP adaptif dengan kondisi pandemi Covid-19. "Semua peserta, tak terkecuali Mas Bobby wajib mengikuti semua dengan penuh kedisiplinan," ucap Hasto.

    Baca juga: Megawati: Saya dan Pak Jokowi Dibilang Komunis, Dimana Nalarnya?

    YEREMIAS A. SANTOSO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?