Sofjan Djalil: Perizinan Membuat Kita Struggle Sulit Ciptakan Lapangan Kerja

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menganggap penciptaan lapangan kerja menjadi sangat sulit karena banyaknya aturan izin sehingga memerlukan omnibus law. Dengan adanya omnibus law atau Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, lanjut dia, akan menyederhanakan berbagai aturan tentan perizinan.

    "Tahu gak 1.200 pasal itu hampir 90 persen menyangkut tentang perizinan? Ini yang membuat kita strangle selama ini, tidak bisa menciptakan lapangan kerja” ucap dia dalam kegiatan Stranas KPK pada Rabu, 26 Agustus 2020. 

    Pada pertemuan tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan regulasi nasional perlu dibenahi dengan menerbitkan omnibus law. Dia menganggap masih banyak regulasi yang tumpang tindih, tak berikan kepastian hukum, prosedur berbelit-belit, sehingga membuat pejabat tak berani melakukan ekseskusi dan inovasi.

    Seperti halnya presiden, Sofyan Djalil juga menyatakan dukungannya terhadap RUU cipta kerja. Sehingga dia menilai jangan sampai terjebak dengan paradigma yang menganggap UU tersebut negatif.

    “Ini (omnibus law) merupakan solusi berdasarkan ijtihad pemerintah agar masyarakat, investor, dan pemerintah daerah bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin dengan memudahkan perizinan,” ujar dia.

    MUHAMMAD BAQIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.