Ridwan Kamil: Jumlah PDP Covid-19 Meninggal di Jabar 1.631 Orang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jabar Tahun 2020 secara virtual, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (13/7/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jabar Tahun 2020 secara virtual, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (13/7/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjanjikan mulai hari ini akan mencantumkan data kasus pasien meninggal untuk terduga Covid-19 yang masih berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) “Yang meninggal dalam status ODP dan PDP, yang belum tentu Covid karena dapat status ada 1.950 (orang),” kata dia, dalam konferensi pers, Senin, 13 Juli 2020.

    Ridwan Kamil mengaku baru mengumpulkan data tersebut pekan ini. Sebelumnya data kasus kematian yang di umumkan pada publik hanya kasus kematian untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

    “Per minggu ini data-data sudah berhasil kami terima, yaitu adalah yang kemarin ditanyakan terkiat jumlah yang meninggal tapi dalam status yang belum tentu positif. Karena memang secara arahan yang dilaporkan selama ini adalah yang meninggal dunia dalam status sudah di swab dan hasilnya positif,” kata dia.

    Ridwan Kamil menjanjikan data angka kematian kasus ODP dan PDP akan secara berkala bisa dilihat di situs resmi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat atau Pikobar. “Data itu mulai hari ini dan besok sudah akan ada di Pikobar untuk orang atau siapa pun yang ingin mengetahui kondisi yang meninggal dunia,” kata dia.

    Situs Pikobar per hari ini, Senin, 13 Juli 2020, pukul 15.46 WIB mencatat, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 186 orang. Sementara seluruh kasus positif Covid di Jawa Barat mencapai 5.077 orang, dan diantaranya tercapat 3.014 orang berstatus positif aktif. Sementara pasien Covid yang sembuh berjumlah 1.877 orang. Data jumlah kematian untuk kasus ODP dan PDP yang dijanjikan Ridwan Kamil belum ditayangkan di situs tersebut.

    Ridwan Kamil mengatakan, pasien meninggal dunia dalam status ODP dan PDP belum tentu akibat terpapar Covid-19. “Karena kondisi yang meninggal dunia bisa saja dia penyakit yang bukan Covid,” kata dia.

    Ridwan Kamil meminta semua pihak berhati-hati membaca data tersebut. “Tolong tidak menerjemahkan yang meninggal ODP-PDP ini sebagai kasus positif Covid. Karena ODP-PDP kalau di swab positif, dia bergeser grupnya menjadi yang meninggal positif Covid. Ini adalah ODP-PDP yang belum tentu Covid adalah 1.950 (orang),” kata dia.

    Ridwan Kamil merincinya. “ODP yang meninggal 138. PDP yang meninggal 1.631. Kemudian yang positif meninggal 180-an. OTG yang meninggal 1 orang,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, temua sejumlah klaster baru dalam dua minggu terakhir di Jawa Barat menyumbangkan kenaikan indeks angka reproduksi Covid-19. “Angka reproduksi Covid kita dalam dua minggu terakhir menjadi kurang baik, di angka 1,73,” kata dia.

    Kenaikan tajam indeks angka reproduksi Covid-19 itu diklaimnya yang pertama. “Jadi ini pertama kali Jawa Barat angka reproduksi Covid yang rata-rata di bawah 1, sekarang melewati angka 1. Dengan berita dua hari terakhir di mana kasusnya kembali ke pola lama yang kita pahami, tentunya angka reproduksi Covid kita Insya Allah bisa kita kendalikan lagi di bawah 1,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, untuk pengetesan massif makin intens. Dia mengklaim, hingga saat ini sudah menembus 88 ribu tes PCR yang dilakukan di Jawa Barat.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.