Jemaah Haji yang Batal Berangkat Dapat Insentif, Berapa Besarnya?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kompleks Masjidil Haram terlihat dipadati jemaah menjelang haji tahunan di kota suci Mekah, Arab Saudi, Jumat, 17 Agustus 2018. Lebih dari 220 ribu jemaah asal Indonesia akan menjalani rangkaian ibadah haji. REUTERS/Zohra Bensemra

    Kompleks Masjidil Haram terlihat dipadati jemaah menjelang haji tahunan di kota suci Mekah, Arab Saudi, Jumat, 17 Agustus 2018. Lebih dari 220 ribu jemaah asal Indonesia akan menjalani rangkaian ibadah haji. REUTERS/Zohra Bensemra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, mengatakan jemaah haji batal berangkat yang tidak menarik setoran pelunasan akan mendapat insentif lebih besar.

    “Dalam rekening mereka kita tambahi uang yang jumlahnya dua kali lipat,” kata Anggito dalam rapat bersama Komisi Agama DPR, Senin, 6 Juli 2020.

    Anggito menjelaskan, BPKH semestinya membagi imbal hasil investasi dana haji sebesar Rp 1,1 triliun untuk 4,5 juta jemaah haji tunggu. Artinya, satu jemaah akan menerima Rp 245 ribu di rekening virutal account.

    Adapun BPKH mengusulkan agar alokasi rekening virtual ini naik menjadi Rp 2 triliun. “Kalau dua kalikan, di rekening Rp 455 ribu per orang,” katanya.

    Selain sebagai kompensasi, uang tambahan tersebut juga akan menjadi uang saku maupun faktor pengurang biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) bagi jemaah jika berangkat di tahun berikutnya.

    Usulan tersebut disambut positif sejumlah anggota Komisi Agama DPR. Salah satunya Bukhori Yusuf dari Fraksi PKS. “Saya setuju menaikkan nilai virtual account untuk calon jemaah,” kata Bukhori.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.