Menjelang New Normal, Kasus Covid-19 DIY Malah Melonjak

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan spanduk penutupan jalan masuk Desa Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 30 Maret 2020. Sejumlah desa atau perkampungan di Kota dan Kabupaten di DI Yogyakarta memberlakukan akses satu pintu masuk dengan menutup sejumlah jalan untuk mengurangi aktivitas warga sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Warga melintas di depan spanduk penutupan jalan masuk Desa Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 30 Maret 2020. Sejumlah desa atau perkampungan di Kota dan Kabupaten di DI Yogyakarta memberlakukan akses satu pintu masuk dengan menutup sejumlah jalan untuk mengurangi aktivitas warga sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Lonjakan pasien baru Covid-19 terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta justru menjelang pelaksanaan new normal pada 1-31 Juli 2020.

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah DIY tujuh kasus Covid-19 baru di penghujung Juni, yakni Selasa, 30 Juni 2020. Maka secara total kasus Covid-19 sebanyak 313.

    New normal sedianya dimulai dengan pembukaan sektor wisata yang tiarap sejak akhir Maret 2020. Sedangkan masa tanggap darurat bencana Covid diperpanjang sampai akhir Juli.

    “Dari tujuh kasus itu ada satu keluarga (lima orang) di Kabupaten Bantul yang tertular dari keluarga yang memiliki riwayat perjalan dari Surabaya,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih pada Selasa lalu.

    Dia menjelaskan dari lima orang yang tertular tadi empat di antaranya warga Bandung, Jawa Barat, dan satu lagi asli Bantul.

    Mereka kini diisolasi di RSUD Panembahan Senopati, Bantul.

    Menurut Berty dari akumulasi 313 kasus, 263 di antaranya sudah sembuh dan delapan lainnya meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.