Menjelang Pilkada, Menantu Jokowi Sowan Ketum PAN Zulkifli Hasan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution mengunjungi Fraksi Partai Gerindra DPR di lantai 17 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/Putri

    Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution mengunjungi Fraksi Partai Gerindra DPR di lantai 17 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution, menemui Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan hari ini, Senin, 15 Jui 2020, untuk memuluskan niatnya berlaga dalam Pilkada Kota Medan, Sumatera Utara, pada 9 Desember 2020.

    Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno dan Ketua DPP PAN Yandri Susanto hadir dalam pertemuan dengan suami putri Jokowi tersebut.

    "Selamat berjuang adinda Bobby Nasution yang akan berlaga di pilkada Kota Medan," tulis Eddy Soeparno dalam akun Instagramnya, eddy_soeparno hari ini sekaligus mengunggah foto pertemuan.

    Yandri Susanto mengatakan pertemuan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di kediaman Zulkifli Hasan.

    "Bobby menyampaikan niat untuk maju di Pilkada Medan, mohon bimbingan," kata Yandri ketika dihubungi.

    Eddy Soeparno menuturkan akan meminta tim pilkada PAN melakukan evaluasi terhadap elektabilitas Bobby. Namun, dia menyatakan optimistis partainya akan mendukung suami putri Jokowi, Kahiyang Ayu, itu.

    "Tetapi melihat elektabilitas Bobby yang naik secara progresif, saya optimis PAN akan mendukungnya di Pilkada Kota Medan," kata Eddy.

    Sebelumnya, Bobby telah dengan sejumlah tokoh politik, antara lain Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.