Yurianto Jelaskan Alasan Pasien Covid-19 Bertambah 1.241 Kasus

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Abdul Harris Makie (kanan) bersama Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Wahyuddin (kiri) mengecek bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 di Gudang Logistik BPBD Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu 25 Maret 2020. Sebanyak 2 ribu bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 telah diterima oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selanjutnya akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan di wilayah Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Ketua Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Abdul Harris Makie (kanan) bersama Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 Provinsi Kalsel Wahyuddin (kiri) mengecek bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 di Gudang Logistik BPBD Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu 25 Maret 2020. Sebanyak 2 ribu bantuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 telah diterima oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selanjutnya akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan di wilayah Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkap penyebab tingginya angka penambahan kasus positif Covid-19 yang mencapai 1.241 orang pada Rabu, 10 Juni 2020.

    “Disebabkan karena tracing (pelacakan) yang agresif,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Rabu, 10 Juni 2020.

    Hal itu dapat terlihat dari spesimen yang dikirimkan ke laboratorium tidak didominasi spesimen yang dikirim rumah sakit, melainkan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan. “Ini bukti bahwa tracing yang agresif akan bisa menangkap begitu banyak kasus positif,” ujarnya.

    Dengan terungkapnya jumlah pasien baru ini, Yurianto mengatakan mereka harus melakukan isolasi secara mandiri agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain.

    Yurianto mengatakan, ada lima wilayah yang melaporkan penambahan kasus terbanyak hari ini. Antara lain Jawa Timur dengan 273 kasus, Sulawesi Selatan 189 kasus, DKI 157 kasus, Jawa Tengah 139 kasus, dan Kalimantan Selatan 127 kasus.

    Total akumulasi kasus positif per hari ini pun mencapai 34.316 kasus. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau sebanyak 43.945 orang. Sedangkan 14.242 orang dalam pengawasan (PDP).


     

     

    Lihat Juga