Wakil Menteri: Dua Desa di Purwakarta Diduga Potong Dana BLT

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga kurang mampu mendapatkan dana bantuan keluarga sejahtera dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Besar, Makassar, 18 November 2014. Program pemerintah tersebut masih sepi karena kuranya sosialisasi. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang warga kurang mampu mendapatkan dana bantuan keluarga sejahtera dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Besar, Makassar, 18 November 2014. Program pemerintah tersebut masih sepi karena kuranya sosialisasi. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Desa Budi Arie Setiadi mengatakan sejumlah desa yang diduga bermasalah di Purwakarta, Jawa Barat setelah menginspeksi mendadak Desa Sukatani dan Desa Legok Sari di Kecamatan Cibodas. "Desa-desa itu diduga bermasalah dalam penyaluran BLT Dana Desa," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Mei 2020.

    Menurut Budi, berdasarkan informasi yang diterima, diduga terjadi pemotongan dana BLT. Seharusnya per keluarga sasaran mendapat Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan. "Kasihan masyarakat desanya. Jangan permainkan nasib rakyat. "

    Budi menjelaskan inspeksi mendadak ini dilakukan agar jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kesusahan rakyat kecil di tengah wabah Covid-19.

    Program pemerintah pusat melalui BLT Dana Desa ini bertujuan mengurangi beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Pemerintah daerah sampai tingkat yang paling bawah harus mensukseskan untuk membantu masyarakatnya sendiri.

    Ia berjanji akan cek langsung ke Purwakarta. “Mudah-mudahan informasi yang saya terima keliru," ujar Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.