Karena Hamil, Ari Puspita Sari Tak Tangani Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia mencapai 17.025 kasus. Sebanyak 3.911 orang dinyatakan sembuh dan  1.089 orang meninggal dunia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia mencapai 17.025 kasus. Sebanyak 3.911 orang dinyatakan sembuh dan 1.089 orang meninggal dunia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Surabaya - Rumah Sakit Royal Surabaya mengatakan Ari Puspita Sari, perawat yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tak pernah merawat pasien Covid-19.

    Juru Bicara Covid-19 RS Royal Surabaya Dewa Nyoman Sutanaya mengatakan Ari Puspita bukanlah perawat yang bertugas menangani kasus Corona. 

    "Iya perawat di sini. Bukan (khusus menangani pasien corona). Perawat yang di luar tim corona, karena kan tidak boleh ada yang hamil," kata Dewa, Senin, 18 Mei 2020.

    Pihak RS Royal menyatakan tidak mengetahui secara pasti Ari Puspita tertular Covid-19 dari mana.

    "Dugaan awal terpapar, bermacam-macam. Dari rumah bisa, risiko kerjaan bisa, kami tidak bisa menduga-duga. Nanti tracing-nya biarkan teman-teman Dinas Kesehatan Kalau kami yang menduga terkena dari mana masih terlalu luas," katanya.

    Sementara mengenai adanya penyakit penyerta, Dewa menjelaskan, sejauh ini rumah sakit belum mendapat informasi karena hanya mendapat informasi bahwa perawat tersebut sedang hamil.

    "Yang kami tahu dia sedang hamil. Tapi secara keilmuan memang orang hamil lebih rentan. Beliaunya tidak dirawat di ruang isolasi, tapi disendirikan. Sudah ada protokol seperti itu," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.