Ada Tiga Klaster Kasus Corona di Kota Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PMI Jakarta Timur saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada halaman luar di LP Cipinang Kelas I, Cipinang, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. PMI Jakarta Timur menyemprotkan cairan disinfektan di LP Cipinang Kelas I guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) yang telah menyebabkan 308 pasien positif, 25 meninggal, dan 15 sembuh. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas PMI Jakarta Timur saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada halaman luar di LP Cipinang Kelas I, Cipinang, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. PMI Jakarta Timur menyemprotkan cairan disinfektan di LP Cipinang Kelas I guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) yang telah menyebabkan 308 pasien positif, 25 meninggal, dan 15 sembuh. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut setidaknya ada tiga klaster virus Corona di Kota Yogyakarta. Klaster itu adalah pasien peserta seminar Bogor, anak balita, dan kluster guru besar sebuah kampus.

    "Insya Allah untuk kluster balita sudah hampir habis masa inkubasinya. Artinya kemarin dari kampung Pujokusuman dan Giwangan itu inkubasinya sudah lewat dan hasil negatif," ujar Heroe di Yogyakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

    Sedangkan untuk klaster profesor ini diketahui ada seorang mahasiswa yang juga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Yang bersangkutan disebut Heroe sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

    Heroe menambahkan, untuk pasien yang positif Corona di Kota Yogyakarta merupakan bagian dari kasus positif yang ditemukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Total pasien positif Corona di DIY hingga Kamis kemarin ada empat pasien. Namun pada Jumat ini, pasien kasus positif pertama yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito dinyatakan sudah sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.