Pasien Positif Corona Meninggal di Makassar Punya Riwayat Umrah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas merapikan koper milik calon jamaah umrah yang batal berangkat di kantor Travel Aljasiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 28 Februari 2020. Sejumlah travel dan agen perjalanan menghentikan sementara layanan umrah pasca Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan keputusan penangguhan perjalanan umrah sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. ANTARA

    Petugas merapikan koper milik calon jamaah umrah yang batal berangkat di kantor Travel Aljasiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 28 Februari 2020. Sejumlah travel dan agen perjalanan menghentikan sementara layanan umrah pasca Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan keputusan penangguhan perjalanan umrah sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan satu dari dua pasien positif Corona di Sulawesi Selatan meninggal. Nurdin mengatakan bahwa pasien 285 yang meninggal itu terjangkit setelah pulang dari umrah. 

    “Pasien 285 itu mengalami gejala Covid-19 setelah pulang dari umrah dan meninggal 15 Maret 2020,” ucap Nurdin saat jumpa pers di Makassar, Kamis malam 19 Maret 2020.

    Sebelumnya, kata dia, pasien mengeluhkan demam dan sesak nafas, sehingga di rawat ke Rumah Sakit Siloam Makassar. Namun, waktu itu pasien belum diketahui jika ia terpapar COvis-19. “Sebelum kami ambil sampelnya, pasien meninggal. Jadi baru kami ambil saat meninggal dunia dan baru kami tahu terjangkit hari ini,” tutur dia.

    Sedangkan seorang pasien lainnya, kata Nurdin, terpapar dari pasien nomor 19. Pasien 286 ini, kata Nurdin, sempat mengeluhkan demam dan batuk. Masalahnya, kata Nurdin, pasien ini sudah keluar dari rumah sakit padahal hasil tes belum keluar. 

    Nurdin mengatakan pemerintah Provinsi pun sudah menelusuri rekam jejak dan persinggungan pasien 286 ini. “Kami lakukan observasi, keluarga sudah kamiisolasi dan terus melacak siapa saja yang telah bersentuhan dengan pasien,” kata Nurdin.

    Adapun secara nasional jumlah pasien yang positif Covid-19 sebanyak 309 orang dan 25 orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.