Pasien Positif Corona di Solo, 62 Orang Diminta Karantina Mandiri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung memasuki ruangan instalasi paru tempat isolasi seorang pasien suspect COVID-19 dirawat dan seorang pasien dalam pengawasan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Rabu, 11 Maret 2020. ANTARA

    Sejumlah pengunjung memasuki ruangan instalasi paru tempat isolasi seorang pasien suspect COVID-19 dirawat dan seorang pasien dalam pengawasan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Rabu, 11 Maret 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Solo - Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih meminta agar orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Corona di Solo agar melakukan karantina mandiri. Hal ini menyusul adanya dua pasien yang dinyatakan positif COVID-19 di Solo. Satu diantaranya meninggal.

    Siti menyebut pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang sempat berinteraksi dengan pasien tersebut. "Kita telusuri, baik kontak erat, kontak dekat dan kontak sosial," kata Siti, Jum'at 13 Maret 2020.

    Dari penelusuran itu, pasien diketahui telah melakukan kontak erat dengan keluarga, karyawan serta petugas di rumah sakit. Setidaknya, ada 62 orang yang telah melakukan kontak erat dengan para pasien tersebut.

    "Kami sampaikan agar mereka melakukan karantina mandiri," kata Siti. Karantina dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus lebih luas.

    Siti menyebut bahwa petugas kesehatan akan memeriksa kondisi warga yang dikarantina secara rutin. Kondisi mereka akan selalu dipantau dan dicatat. "Setiap pukul 09.00 WIB petugas akan melakukan pemeriksaan," kata dia.

    Dua pasien positif Corona di Solo itu diketahui mengeluhkan sakit setelah melakukan perjalanan ke Bogor. Mereka mengikuti kegiatan seminar yang sama. Sepulang dari Bogor, mereka sakit dan dirawat di RSUD Moewardi. Salah satunya akhirnya meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara