227 Spesimen Diperiksa, 13 Orang Dinyatakan Suspect Virus Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan Kementerian Kesehatan telah memeriksa 227 spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirimkan dari 61 Rumah Sakit di Indonesia.

    Hasilnya, 13 orang dinyatakan suspect virus Corona dan dua orang positif Covid-19. Dua orang itu adalah dua kasus pertama positif corona yang mengenai warga Depok. Sisanya, sebanyak 212 spesimen dinyatakan negatif Covid-19.

    "Sebanyak 227 orang ini kami uji karena merupakan PDP yang memiliki riwayat perjalanan ke negara lain dan kemudian menjadi sakit meski belum ditemukan memiliki kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020.

    Meskipun sebanyak 212 spesimen dinyatakan negatif, kata Yuri, semuanya masih akan diawasi. Sementara sebanyak 13 orang yang dinyatakan suspect Covid-19 kini diisolasi di rumah sakit rujukan yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Yuri mengatakan, sampai saat ini para tim yang dihimpun WHO masih belum menemukan vaksin penyembuh pasien Covid-19. Namun, tingkat kesembuhan pasien cukup tinggi. "Data kami, 50 persen lebih pasien, atau 55 ribu orang pasien bisa sembuh dengan baik," ujar dia.

    Pemerintah akan menanggung seluruh biaya perawatan orang yang terkait Corona. Biaya diberikan dimulai dari orang dalam pemantauan. ODP merupakan semua orang dari berbagai kewarganegaraan, yang baru berkunjung dari negara yang terpapar Corona atau yang terkait dengan orang yang terpapar Corona. Mereka yang dalam ODP belum tentu terpapar dan hanya sebatas dipantau.

    Selanjutnya, jika ODP kemudian mengalami sakit atau gejala yang serupa, maka mereka akan dimasukkan ke dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Mereka umumnya sakit dengan gejala ke arah influenza, batuk, panas dan sesak.

    Jika pasien dengan gejala tersebut diduga kuat sudah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19, maka akan dinyatakan suspect lalu kemudian dilakukan uji laboratorium. Terakhir, hasil lab akan menunjukkan seseorang dengan kategori yang positif terpapar virus Corona atau tidak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.