Kasus Novel Baswedan P21, Begini Kritik Tim kepada Kejaksaan

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alghiffari Aqsa, di kantor YLBHI, Jakarta, 27 September 2017. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Tim advokasi kasus Novel Baswedan mengkritik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang menyatakan berkas perkara ini sudah lengkap atau P21.

Menurut anggota tim Alghiffari Aqsa, Kejaksaan tertutup dan tidak profesional dalam menangani kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK tersebut.

"Seolah-olah Kejati DKI Jakarta hanya jadi tukang stempel berkas Kepolisian dan mengantarkannya ke pengadilan," ucap Alghiffari Aqsa lewat keterangan tertulisnya pada Rabu lalu, 26 Februari 2020.

Algiffar menuturkan seharusnya Kejaksaan menyadari telah terjadi kejanggalan dalam proses penyidikan. Dia mencontohkan soal barang bukti yang hilang, seperti cangkir dan botol yang diduga digunakan pelaku dalam kasus Novel Baswedan.

Kejanggalan lainnya, dia melanjutkan, penangkapan pelaku tidak berdasarkan sketsa yang dirilis polisi. Kepolisian juga tak menjelaskan secara logis hubungan tersangka dengan bukti dan keterangan saksi pada awal penyidikan.

"Misalnya, hubungan tersangka dengan sketsa dan keterangan-keterangan primer saksi-saksi serta temuan Tim Satgas Gabungan Bentukan Kapolri 2019."

Alghifari pun mengkritik Kejaksaan yang membiarkan polisi menggunakan pasal pengeroyokan untuk menjerat tersangka kasus Novel Baswesan.

Menurut dia, terdapat fakta yang kuat bahwa ada indikasi penyerangan terhadap Novel Baswedan adalah upaya pembunuhan dan menghalangi penyidikan kasus korupsi di KPK.

Bekas Direktur LBH Jakarta tersebut berpendapat Kejaksaan seharusnya melakukan prapenuntutan dengan memeriksa saksi dan bukti, serta fakta lain.

Alghifari menyatakan tim advokasi telah menyampaikan masukan dan melayangkan surat permohonan audiensi kepada Kejati DKI Jakarta pada 12 Februari 2020. Namun, hingga saat ini Kejati DKI Jakarta tidak memberikan tanggapan.

"Hingga tim mendapat kabar bahwa berkas penyidikan dianggap lengkap," ujar dia.






KPK dan BCA Salah Blokir Rekening Penjual Burung, Novel Baswedan: Kurang Verifikasi Data

4 hari lalu

KPK dan BCA Salah Blokir Rekening Penjual Burung, Novel Baswedan: Kurang Verifikasi Data

Eks penyidik KPK Novel Baswedan mengatakan kasus salah blokir rekening penjual burung oleh KPK dan BCA karena kurang vefikasi data.


Polri Musnahkan Besi Baja yang Tidak Sesuai SNI Senilai Rp 32 Miliar

19 hari lalu

Polri Musnahkan Besi Baja yang Tidak Sesuai SNI Senilai Rp 32 Miliar

Novel Baswedan menuturkan pemusnahan besi baja merupakan upaya pencegahan korupsi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat selaku konsumen


Setahun Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri

26 hari lalu

Setahun Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri ini satuan tugas yang berada langsung di bawah Kapolri. Selain Novel Baswedan, siapa 43 eks pegawai KPK anggotanya?


Novel Baswedan Catat Tantangan Satgassus Pencegahan Korupsi Polri di 2023

27 hari lalu

Novel Baswedan Catat Tantangan Satgassus Pencegahan Korupsi Polri di 2023

Satuan Tugas Khusus atau Satgassus Pencegahan Korupsi Polri telah satu tahun. Ini tantangannya pada 2023.


5 Temuan Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Sepanjang 2022

31 hari lalu

5 Temuan Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Sepanjang 2022

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri menemukan 5 potensi korupsi dalam penelusurannya sepanjang 2022.


Sederet Teror terhadap Pemimpin dan Pegawai KPK, Teranyar Menimpa Jaksa KPK di Yogyakarta

33 hari lalu

Sederet Teror terhadap Pemimpin dan Pegawai KPK, Teranyar Menimpa Jaksa KPK di Yogyakarta

Sejak dibentuk pada 2003, KPK tak henti-hentinya menerima teror. Terbaru dialami salah seorang jaksa KPK yang berdomisili di Yogyakarta.


Novel Baswedan Ajak Masyarakat Pantau Kasus Korupsi dari Dekat

52 hari lalu

Novel Baswedan Ajak Masyarakat Pantau Kasus Korupsi dari Dekat

Novel Baswedan mengungkapkan pendidikan korupsi perlu diberikan kepada masyarakat. Ini untuk mencegah perilaku korupsi sejak dini.


Setelah Jalani Operasi Mata Kanan di India, Novel Baswedan: Alhamdulillah, Berangsur Membaik

16 November 2022

Setelah Jalani Operasi Mata Kanan di India, Novel Baswedan: Alhamdulillah, Berangsur Membaik

Eks penyidik senior KPk, Novel Baswedan Oktober lalu menjalani operasi mata kanan di India. Begini kondisinya saat ini.


40 Hari Tragedi Kanjuruhan dalam Catatan Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan

15 November 2022

40 Hari Tragedi Kanjuruhan dalam Catatan Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan

Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan berbincang soal beberapa hal usai 40 hari peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Ada 3 hal mutakhir.


Alasan Novel Baswedan Bela Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo: KPK Jangan untuk Kepentingan Politik

8 November 2022

Alasan Novel Baswedan Bela Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo: KPK Jangan untuk Kepentingan Politik

Ini alasan eks penyidik KPK Novel Baswedan, mengapa ia bela Anies baswedan dan Ganjar Pranowo. "Hukum tidak boleh untuk manakut-nakuti," katanya.