Menaker: Jadikan K3 Sebagai Prioritas Dalam Bekerja

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan baik dari Serikat Pekerja, Pengusaha, Pekerja maupun masyarakat agar terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan baik dari Serikat Pekerja, Pengusaha, Pekerja maupun masyarakat agar terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    INFO NASIONAL — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari Serikat Pekerja, Pengusaha, Pekerja maupun masyarakat untuk terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    Menaker Ida mengingatkan saat ini dengan adanya revolusi industri 4.0, sangat diperlukan adanya suatu upaya inovatif dalam mengendalikan potensi bahaya baru akibat dari jenis-jenis pekerjaan baru dengan pendekatan otomatisasi, super computer, artificial intelligence dan fleksibiltas pola kerja.

    Saat ini pemerintah telah memiliki rancangan strategi nasional di bidang ketenagakerjaan yang telah dituangkan dalam RPJMN, yaitu meningkatnya tenaga kerja yang berdaya saing dan iklim hubungan industrial yang kondusif dalam menghadapi pasar kerja yang fleksibel. 

    "Maka dari itu, saya meminta dukungannya agar dalam pelaksanaan K3 agar serius guna menghindari terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga terciptalah tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan tercapai produktivitas yang tinggi," kata Ida saat menjadi pembina upacara bulan K3 tahun 2020 di lapangan PTPN V, Provinsi Riau, pada Jumat, 14 Februari 2020.

    Ida menyampaikan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2018 telah terjadi kecelakaan yang berada di tempat kerja sebanyak 114.148 kasus dan tahun 2019 terdapat 77.295 kasus.

    Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan yang terjadi di tempat kerja sebesar 33.05 persen. Sedangkan, di Provinsi Riau, menurutnya, pada tahun 2019 telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 14.325 kasus.

    Ida juga menambahkan, jangan sampai K3 dianggap sebagai penghambat investasi, justru K3 adalah penjaga investasi karena pelaksanaan K3 adalah soal nyawa dan kesehatan manusia serta keberlangsungan berusaha, “K3 adalah prioritas”.

    "Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk terus menggelorakan K3 agar dapat terlaksana secara efektif dan efisien di semua tempat. Kerja sama dan koordinasi yang baik ini harus terus kita tingkatkan dalam memotivasi pelaksanaan K3 di tempat masing-masing sesuai kewenangan masing-masing," ujar Ida menegaskan.

    Tak lupa, Menaker turut memberikan apresiasinya kepada Gubernur Riau beserta jajarannya dan semua pihak yang telah melaksanakan acara ini sebagai upaya aktif dalam mengembangkan, mempromosikan serta membudayakan K3.

    Turut hadir dalam upacara ini Gubernur Riau, Syamsuar; Plt. Direktur Jenderal Binwasnaker & K3, Iswandi Hari; Direktur PNK3, Gazmahadi; Direktur utama PTPN V, Jatmiko Santosa dan jajarannya; serta seluruh jajaran ASN Pemprov Riau. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.