Tjahjo: Ada PNS Gagal Seleksi Eselon Karena Terpapar Radikalisme

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Batam - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengungkapkan ada sejumlah pegawai negeri sipil atau PNS yang gagal dalam seleksi eselon 1 dan 2 karena terpapar radikalisme.

    "Banyak, saya kira banyak," kata Tjahjo di Batam, Kepulauan Riau, Senin, 10 Februari 2020.

    Tjahjo mengatakan bahwa setiap pejabat eselon 1 dan 2 harus bersih dari paparan radikalisme, narkoba, dan korupsi. Selain itu, mereka harus memahami masalah gratifikasi dan PPATK.

    Karena itu, Tjahjo meminta agar seluruh PNS diminta berhati-hati dengan pemikiran radikal dan terorisme. "Bagaimana mau menjabat eselon 1 dan 2, tapi pola fikirnya sudah mengarah ke sana," kata dia.

    Dalam kesempatan yang sama, Tjahjo mengingatkan agar para PNS menjauhi korupsi, narkoba dan gratifkasi. Karena mereka bisa langsung dipecat jika terlibat tiga masalah itu.

    Selain itu, Tjahjo meminta jajarannya untuk mewaspadai ancaman terbesar bagi negara, antara lain radikalisme, terorisme, narkoba dan korupsi. "Tantangan bangsa radikalisme dan terorisme. Ini prinsip," ujarnya.

    Tjahjo juga mengingatkan seluruh PNS berhati-hati menggunakan media sosial, agar tidak tersandung masalah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.