Pengacara: Dokter Vonis Mata Kiri Novel Baswedan Tak Tertolong

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lanjutannya, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lanjutannya, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, memburuk. Dokter di Singapura menyatakan mata kiri Novel sudah tak bisa ditolong.

    "Dari serangkaian pemeriksaan Bang Novel di Singapura kemarin, mata kirinya divonis dokter tidak tertolong lagi," kata pengacara Novel, Saor Siagian, saat dihubungi, Kamis, 6 Februari 2020.

    Saor mengatakan apabila terjadi pembengkakan lagi, maka mata kiri Novel mesti diangkat. Memburuknya kondisi mata ini disebabkan oleh infeksi. Namun, penyebab infeksi masih belum jelas. "Mohon doanya rekan-rekan," kata dia.

    Kedua mata Novel rusak karena disiram air keras di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Mata kirinya mengalami kerusakan yang paling parah.

    Sudah beberapa kali Novel mesti menjalani operasi di Singapura. Laporan medis Novel dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017, mencatat bahwa Novel pertama kali datang ke klinik itu pada 12 April 2017. Saat itu, Novel dipindahkan setelah menjalani perawatan karena cedera kimia asam sulfat di Jakarta Eye Centre pada 11 April, pukul 5 pagi.

    Laporan medis itu juga menuliskan ada luka bakar ringan sampai sedang pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Cedera kimiawi melibatkan kedua mata. "Ketajaman visualnya masing-masing adalah 6/24 dan 6/15 pada mata kanan dan kiri," tulis laporan medis itu.

    Laporan pemeriksaan mata kiri menyebut ada permasalahan 90 persen di bagian jaringan atas para epitel batas kornea yang hilang. Kerusakan di mata penyidik KPK ini karena adanya iskemik (terhambatnya aliran darah pada pembuluh darah mata yang mengakibatkan kematian jaringan) di limbal (batas warna pada kornea) yang terjadi pada mata kiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.