Kapolri-Panglima TNI Keliling Jakarta Pantau Perayaan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis Memimpin Apel Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru di Medan, Sumatera Utara, Kamis 19 Desember 2019. Tempo/Sahat Simatupang

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis Memimpin Apel Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru di Medan, Sumatera Utara, Kamis 19 Desember 2019. Tempo/Sahat Simatupang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri atau Kapolri Jenderal Idham Azis bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengawali kegiatan pemantauan wilayah menjelang pergantian tahun dengan santap malam di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 31 Desember 2019.

    Kedua pimpinan itu tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan sekitar pukul 19.00 WIB dan dikawal menuju ruang VVIP di Gedung Promoter.

    Rencananya Kapolri dan Panglima TNI memantau pengamanan malam Tahun Baru 2020 di sejumlah wilayah di Jakarta.

    Kepala Polda Metro Jaya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan, ia bersama Kapolri dan Panglima TNI memantau pengamanan malam Tahun Baru 2020.

    "Biasa kan seperti malam Natal kemarin kan Pak Kapolri dan Panglima muter-muter ke gereja-gereja monitor juga seluruh di wilayah Indonesia dijadikan posko di Polda Metro," katanya.

    Kegiatan pemantauan ini dilakukan di Gedung Promoter Polda Metro Jaya. 

    Selain itu, Jenderal Idham Azis bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto berencana berkeliling sekitar wilayah Ibu Kota Jakarta menjelang pergantian tahun.

    Gatot mengatakan terdapat beberapa lokasi yang menjadi pusat perayaan pergantian tahun baru dengan berbagai rangkaian acara kembang api.

    Di antaranya di Ancol, Jakarta Utara; Bundaran HI hingga Monas, Jakarta Pusat dan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.