FPI Mau Laporkan Gus Muwafiq, Yaqut GP Ansor: Urusin SKT Aja Deh

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (kanan) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan bersama 100.000 banser di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis 22 November 2018. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (kanan) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan bersama 100.000 banser di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis 22 November 2018. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta Front Pembela Islam (FPI) untuk mengurusi permohonan Surat Keterangan Terdaftar daripada sibuk melaporkan pendakwah Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

    "Gini ya, daripada FPI repot-repot sibuk lapor Gus Muwafiq, materi ceramahnya sebenernya masih bisa debatable, masih bisa dijelaskan lah kenapa ngomong seperti itu, mending FPI itu ngurusin SKT saja deh. Jadi suruh beresin saja," kata Yaqut di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.

    FPI akan melaporkan Gus Muwafiq terkait ceramahnya yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Laporan ini dilayangkan oleh anggota DPP FPI, Amir Hasanudin yang menilai pernyataan Gus Muwafiq merupakan bentuk pelecehan dan penodaan agama Islam.

    Penasehat Hukum Amir Hasanudin, Aziz Yanuar, mengatakan, upaya ini juga dilakukan untuk memberi efek jera kepada pihak-pihak yang dianggapnya mengganggu agama. Dia berharap kejadian serupa tak lagi terjadi.

    "Enggak maju-maju lah kalau ngurusin ini saja. Jangan ganggu ranah ini. Kalau Anda mau berpidato segala macam, yang normal-normal saja, jangan bawa-bawa nabi," katanya.

    Gus Muwafiq telah meminta maaf jika ucapannya dalam ceramah di Purwodadi, Jawa Tengah, itu menuai kontroversi.

    "Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, tidak ada maksud menghina. Mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah, dengan kalimat-kalimat yang sederhana, tetapi beberapa orang menganggap ini kalimat yang cukup berat. Pada seluruh kaum muslimin saya mohon maaf," kata Muwafiq dalam video yang ditayangkan di akun Facebook Ketua PBNU Robikin Emhas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.