Setara: Ada 2.400 Insiden Pelanggaran Kebebasan Beragama

Warga ambil bagian menari bersama ketuk tilu di Gedung Sate, Bandung, ahad, 1 September 2019. Sekitar 300 penari dari beragam latar profesi, suku, dan agama, mengikuti flash mob Bandung Ketuk Tiluan dengan tema Merawat Keberagaman Budaya, Menjaga Indonesia, sebagai bagian dari advokasi budaya sebagai alat pemersatu terkait menguatnya intoleransi dan politik identitas yang membuat masyarakat tersekat.TEMPO/Prima mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Setara Institute mencatat selama 12 tahun terakhir ini telah terjadi 2.400 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan.

"Jawa Barat paling banyak, enggak pernah turun dari peringkat 1 karena multifaktor yang menyebabkan Jawa Barat memproduksi peristiwa yang banyak," kata Direktur Riset Setara Institute, Halili dalam seminar bertajuk Merawat Kemajemukan, Memperkuat Negara Pancasila, di Jakarta Pusat pada Senin, 11 November 2019.

Peringkat selanjutnya diduduki DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten dan Nusa Tenggara Barat. "Hanya tahun 2007 DKI pernah ada di posisi pertama," katanya.

Halili menjelaskan, pelanggaran ini dilakukan oleh aktor negara maupun aktor non-negara. Aktor negara didominasi oleh aparat kepolisian yang mencapai 480 tindakan pelanggaran.

Ada pula aktor dari pemerintah daerah sebanyak 383 tindakan, kementerian agama 89 tindakan, pengadilan 71 tindakan, Satpol PP 71 tindakan, kejaksaan 68 tindakam, dan TNI 63 tindakan. Aktor lainnya terdiri dari DPRD 38 tindakan, institusi pendidikan 35 tindakam, dan pemerintah desa 33 tindakan.

Meski begitu, jika dipersempit ke rentang 5 tahun terakhir, Pemda menempati posisi tertinggi dengan jumlah 151 tindakan. "Di kepolisian ada perbaikan dan penurunan jumlah tindakan," katanya.

Untuk aktor non-negara, pelanggaran didominasi kelompok warga dengan capaian 600 tindakan pelanggaran. Posisi selanjutnya ditempati ormas sebanyak 249 tindakan, MUI 242 tindakan, dan FPI 181 tindakan.

Selain itu, korban pelanggaran KBB tertinggi adalah Ahmadiyah, yaitu 554 korban. Posisi kedua diduduki kelompok aliran keagamaan sebanyak 334, umat Kristiani sebanyak 328, individu 314, dan Syiah 153 korban.

Pelanggaran KBB didominasi oleh adanya gangguan terhadap rumah ibadah. Gereja menempati posisi pertama yaitu 199 gangguan. Sedangkan, gangguan terhadap masjid berada di angka 133, rumah ibadah kepercayaan 32, vihara 15, klenteng 10, pura 8 gangguan dan 1 gangguan di sinagog. "Total, ada 398 gangguan rumah ibadah," katanya.






Wakil Kepala BPIP Dorong Pemkab Klaten dan FKUB Raih Penghargaan

13 hari lalu

Wakil Kepala BPIP Dorong Pemkab Klaten dan FKUB Raih Penghargaan

Klaten disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Di tengah keberagaman agama tetap memiliki keharmonisan, persatuan dan kesatuan.


Siswi Muslim Jadi Ketua Osis di SMA Katolik St. Fransiskus Saverius Ruteng

33 hari lalu

Siswi Muslim Jadi Ketua Osis di SMA Katolik St. Fransiskus Saverius Ruteng

Aprilia Inka Prasasti terpilih sebagai ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Katolik St. Fransiskus Saverius Ruteng Nusa Tenggara Timur.


Kasus Intoleran di SMAN 52 Jakarta, Dinas: Satu Guru jadi Inisiator

39 hari lalu

Kasus Intoleran di SMAN 52 Jakarta, Dinas: Satu Guru jadi Inisiator

Sejumlah guru di SMAN 52 Jakarta diduga berupaya menjegal siswa nonmuslim maju di pemilihan Ketua OSIS


Sudin Pendidikan Jakarta Utara Minta Para Guru Bermain yang Jauh Agar Tak Bersikap Intoleran

42 hari lalu

Sudin Pendidikan Jakarta Utara Minta Para Guru Bermain yang Jauh Agar Tak Bersikap Intoleran

Para guru diminta bermain yang jauh agar tahu perkembangan di dunia luar sehingga tak bersikap intoleran.


Pemecatan Guru Terduga Intoleran di SMAN 52 Jakarta Masih Tunggu Putusan Disdik

42 hari lalu

Pemecatan Guru Terduga Intoleran di SMAN 52 Jakarta Masih Tunggu Putusan Disdik

Dua guru di SMAN 52 Jakarta diduga berupaya menjegal siswa yang beragama Kristen maju di pemilihan Ketua OSIS


Guru Pelaku Intoleransi di SMAN 52 Jakarta Dicopot dari Jabatan Wakil Kepala Sekolah

42 hari lalu

Guru Pelaku Intoleransi di SMAN 52 Jakarta Dicopot dari Jabatan Wakil Kepala Sekolah

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara telah memeriksa dan membuat BAP terhadap dua guru SMAN 52 yang diduga bertindak intoleransi.


Dugaan Intoleransi di SMAN 52 Jakarta, Siswa Nonmuslim Dijegal di Pemilihan Ketua OSIS

43 hari lalu

Dugaan Intoleransi di SMAN 52 Jakarta, Siswa Nonmuslim Dijegal di Pemilihan Ketua OSIS

Politikus PDIP, Ima Mahdiah, mengatakan ia menerima laporan dugaan praktik intoleransi di SMAN 52 Jakarta dalam pemilihan Ketua OSIS.


Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

59 hari lalu

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

Tri meminta orang tua dan guru untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak sejak usia dini.


Setara: Tak Ada yang Bisa Diharapkan dari Tim PPHAM Bentukan Presiden Jokowi

22 September 2022

Setara: Tak Ada yang Bisa Diharapkan dari Tim PPHAM Bentukan Presiden Jokowi

Setara Institute menilai Tim PPHAM bentukan Presiden Jokowi akan melanggengkan impunitas terhadap berbagai pelanggaran HAM.


Gusdurian Kecam Wali Kota Cilegon karena Teken Penolakan Pendirian Gereja

10 September 2022

Gusdurian Kecam Wali Kota Cilegon karena Teken Penolakan Pendirian Gereja

Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, mengecam Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang menandatangani penolakan rencana pendirian Gereja HKBP Maranatha di Cikuasa, Gerem, Kota Cilegon.