10 Ribu Orang Disebut Mengungsi Akibat Kerusuhan Wamena

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunggu pesawat Hercules milik TNI AU di Pangkalan TNI AU Manuhua Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu 25 September 2019. Warga mengungsi meninggalkan Wamena menggunakan pesawat Hercules pascaaksi kerusuhan pada Senin (23/9/2019). ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

    Warga menunggu pesawat Hercules milik TNI AU di Pangkalan TNI AU Manuhua Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu 25 September 2019. Warga mengungsi meninggalkan Wamena menggunakan pesawat Hercules pascaaksi kerusuhan pada Senin (23/9/2019). ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Andre Rosiade menyatakan hingga saat ini masih ada 10 ribu orang mengungsi di Wamena, Papua, setelah kerusuhan yang terjadi pada Senin, 23 September 2019. Informasi ini didapatkannya dari pengurus Ikatan Keluarga Minangkabau Wamena.

    Andre mengatakan para pengungsi itu tersebar di kantor kepolisian resor, komando distrik militer, dan bandara. Hingga saat ini, mereka belum mendapatkan jaminan keamanan dan kepastian kapan bisa meninggalkan Wamena.

    "Mereka masih mengungsi, evakuasi susah, sementara makanan sudah mulai menipis," kata Andre kepada Tempo, Sabtu, 28 September 2019.

    Menurut Andre, berdasarkan laporan ketua IKM Wamena, puluhan orang meninggal akibat kerusuhan tersebut. Ada sembilan orang perantau Minangkabau yang meninggal dan dua orang mengalami luka.

    Laporan kronologis dari ketua IKM Wamena yang salinannya diterima Tempo menyebutkan, 9 orang itu meninggal dengan cara dibakar, dikampak, dan dipanah. Delapan jenazah dipulangkan ke Sumatera Barat, sedangkan satu jenazah dimakamkan di Wamena.

    Adapun perantau Minang yang masih mengungsi, kata Andre, ada sekitar 1.500 orang. Andre mengatakan para pengungsi itu kini menunggu pemerintah turun tangan memberi jaminan keamanan. Dia mengatakan kondisi tersebut harus cepat dipulihkan.

    "Sampai sekarang situasi kota belum jelas, belum ada cerita apa-apa dari pemerintah, belum ada jaminan kondisi keamanan," kata politikus Partai Gerindra ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.