Kriteria Menteri Jokowi, Buya Syafii: Jangan yang Bikin Kacau

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syafii Maarif. TEMPO//Hilman Fathurrahman W

    Syafii Maarif. TEMPO//Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membahas soal menteri di kabinet barunya bersama tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.

    Buya Syafii menceritakan, ia hanya memberi masukan kepada Jokowi untuk membentuk kabinet yang bagus. "Dari partai juga boleh, tapi orang yang profesional, punya integritas. Itu saja," kata Buya Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 19 September 2019.

    Buya Syafii mengatakan, tiga hal yang harus diperhatikan Jokowi dalam memilih calon menteri di periode kedua pemerintahannya. Tiga hal itu adalah integritas, kompetensi, dan profesionalisme. "Boleh dari partai, ndak apa-apa. Tapi yang setia kepada Presiden. Jangan yang bikin kacau," kata dia.

    Masa jabatan Jokowi di periode pertama kepemimpinannya bersama Jusuf Kalla akan habis dalam sebulan ke depan. Setelah terpilih dalam Pilpres 2019, Jokowi akan dilantik bersama Wakil Presiden terpilih, Ma'ruf Amin, pada 20 Oktober 2019.

    Pada Agustus 2019, Jokowi mengaku sudah selesai menyusun kabinet. Ia memastikan 45 persen kabinet barunya diisi menteri yang berasal dari partai politik. Sedangkan sisanya adalah profesional.

    Dengan ditetapkan komposisi kabinet, Jokowi juga menyampaikan akan ada perubahan nomenklatur kementerian. "Ada, ada (kementerian) yang digabung, ada (kementerian) yang baru," kata Jokowi, 14 Agustus 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.