Felix Siauw Diundang IIBF, Goenawan Mohamad Tolak Jadi Pembicara

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budayawan Goenawan Mohamad saat memberikan keterangan pers tradisi menarik bernama

    Budayawan Goenawan Mohamad saat memberikan keterangan pers tradisi menarik bernama "Jimpitan" atau "Perelek" bersama Gerakan Indonesia Kita (GITA) di Jakarta, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sastrawan  Goenawan Mohamad memutuskan menolak menjadi pembicara dalam panel diskusi di Indonesian International Book Festival (IIBF) lantaran rencana kehadiran Felix Siauw.

    Keputusan drastis tersebut sebagai sikap tegas atas rencana kehadiran Felix Siauw dalam acara itu berkat undangan panitia IIBF. Felix Siauw termasuk sosok kontroversial karena gerakan khilafah. 

    Sedianya, GM, begitu dia biasa disapa, diminta mengisi panel diskusi pada pada Jumat, 6 September 2019,  bersama Jürgen Bosch, Direktur Frankfurt Book Festival.

    "Saya membatalkan diri," kata Goenawan Mohamad melalui akun Twitter @gm_gm hari ini, Kamis, 5 September 2019.

    IIBF yang diinisiasi oleh IKAPI digelar di Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada 4-8 September 2019.

    "Dalam acara IIBF, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menghadirkan Felix Siauw. Orang yang menentang asas NKRI. Acara itu dibiayai dana publik yang dikelola NKRI. Sebuah hipokrisi," tutur Goenawan Mohamad, yang juga pendiri Majalah Tempo.

    GM menjelaskan bahwa buku dalam masa kini di Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Buku ada untuk membangkitkan jiwa, membuka pikiran dan juga hati. "IKAPI perlu punya komitmen untuk itu. Felix Siauw tidak."

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.