Kapolri Tito Karnavian Kirim 300 Brimob ke Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, beserta jajaran Kepolisian dan TNI dalam apel Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Konsolidasi Pengamanan Sidang Gugatan Hasil Pemilu 2019 di MK di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, beserta jajaran Kepolisian dan TNI dalam apel Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Konsolidasi Pengamanan Sidang Gugatan Hasil Pemilu 2019 di MK di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan telah mengirim tambahan pasukan Brimob sejumlah 300 personel ke Papua untuk menjaga keamanan di Deiyai, Paniai, dan Jayapura.

    Tiga daerah itu sejak kemarin dilanda aksi unjuk rasa yang berujung rusuh. Kerusuhan hari ini juga terjadi di Jayapura. Kantor Majelis Rakyat Papua dan beberapa perkantoran dirusak massa.

    Sebelumnya kerusuhan juga melanda Deiyai. Akibatnya dua warga sipil dan seorang anggota TNI tewas.

    Tito berharap dengan dikirimkannya pasukan tambahan ke Papua, peristiwa serupa tak terjadi lagi.

    "Kami kirim orang kalau tidak salah sebanyak tiga SSK (satuan setingkat kompi)," ujar Tito di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Kamis 29 Agustus 2019.

    Menurut Tito, pengiriman pasukan ke Deiyai dan Paniai cukup sulit karena kedua daerah itu merupakan pegunungan.

    "Untuk menuju Deiyai daerah gunung ini, pesawat kecil yg bisa masuk. Agak besar dikit pesawatnya hanya di Nabire," ujar Tito.

    Selain penguatan pasukan di dua wilayah tersebut, Polri juga mengirimkan pasukan ke Jayapura. "Di samping itu juga Jayapura juga sudah saya kirim pasukan dari Korps Brimob untuk jaga situasi di sana. Saya berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," kata Tito Karnavian.

    AULIA ZITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.