Ke Jakarta, Baiq Nuril Berharap Wujudkan Mimpi Bertemu Jokowi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo  telah menandatangani keputusan presiden atau keppres mengenai pemberian amnesti bagi Baiq Nuril Maknun. ANTARA

    Presiden Joko Widodo telah menandatangani keputusan presiden atau keppres mengenai pemberian amnesti bagi Baiq Nuril Maknun. ANTARA

    Baiq Nuril Maknun, Jum'at 2 Agustus 2019 bertolak ke Jakarta untuk menerima surat amnesti dari Presiden Joko Widodo. "Alhamdulillah, semoga ini wujud dari mimpi saya," kata Nuril sumringah beberapa sesaat sebelum bertolak ke Jakarta.

    Nuril menuturkan dia dihubungi staf kepresidenan, Kamis malam, melalui aplikasi WhatsApp yang baru dia buka Jum'at pagi. Sedianya Nuril akan diterima Presiden pada Jum'at pagi. Namun karena tidak dapat tiket pesawat yang berangkat pagi, ia baru akan mengambil surat amnesti pada Jumat siang. "Awalnya, kami akan diterima Pak Presiden jam 10 pagi, tapi kami dapat tiket jam 12 ini," kata Nuril. 

    Nuril berangkat ke Jakarta bersama kuasa hukumnya, Joko Jumadi dan aktivis perempuan Nyanyu Ernawati. 

    Baca: Amensti Baiq Nuril Diluar Ekspektasi

    Nyanyu menyebut keteguhan Nuril untuk bertahan menghadapi kasus yang menjeratnya sebagai kunci keberhasilan. "Luar biasa ya, Nuril begitu kuat. Banyak penderitaan yang dia alami tapi dihadapi dengan tegar, itu juga yang membuat kita-kita yang mendampingi jadi ikut kuat bertahan," kata Nyanyu.

    Kepada semua pihak yang turut serta membantu Nuril, Nyanyu menyampaikan terima kasih. "Ini semua berkat bantuan semua kalangan rakyat Indonesia, kawan-kawan Save Nuril, Bu Rieke (Dyahpitaloka), Pak Presiden dan semua kalangan yang tak bisa disebut satu persatu. Terima kasih, terima kasih," kata Nyanyu.

    Seperti diketahui, setelah melewati proses hukum yang panjang, Presiden Joko Widodo meneken amnesti untuk Nuril pada Senin 29 April 2019. Baiq Nuril Maknun yang divonis Mahkamah Agung, enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta, sempat lima kali bermimpi bertemu Jokowi. 

     ABDUL LATIEF APRIAMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.