Di Depan Ma'ruf, JK Sebut Sulit Jadi Ulama dan Umara Sekaligus

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menghadiri acara ulang tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-44, yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juli 2019. Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin itu, JK mengungkit sulitnya menjalankan peran sebagai ulama dan umara  sekaligus.

    "Pak Ma'ruf Amin nanti dari ulama menjadi umara atau (menjabat) dua-duanya gitu kan. Nanti sulit ini, antara ulama dan umara bergabung bersama," kata JK saat memberi sambutan.

    Ulama merupakan pemuka atau seorang yang ahli di bidang agama. Sedangkan umara dapat diartikan sebagai pemimpin pemerintahan. Ma'ruf yang merupakan Wakil Presiden terpilih, memang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum MUI dan seorang ulama senior.

    JK mengatakan selama ini, ulama dan umara selalu saling berkaitan satu sama lain. Ia mencontohkan dalam sejarah Indonesia, MUI yang berdiri pada 1975, selalu memberi kritik dan masukkan pada pemerintah.

    "Ada yang lembut, ada yang keras. Terutama waktu zamannya awal-awal (MUI berdiri di era) Pak (Buya) Hamka. Bagaimana kerasnya pandangan dan nasehat MUI," kata JK.

    Meski begitu, JK mengatakan pemerintah selalu berterima kasih atas segala masukan itu. Berbagai nasihat dan kritik dari MUI itu juga yang menjadi salah satu faktor Indonesia bisa tetap berjalan hingga saat ini.

    Karena itu, JK berharap peran ini bisa tetap dijaga MUI. "Banyak hal dan juga tantangan ke depan yang masih perlu kita bekerja bersama-sama, antara ulama dan umara. Karena tanpa kerja sama, tentu kita tidak mendapat pencerahan yang baik," kata JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.