Kemungkinan Percepatan Muktamar Dibahas di Mukernas PPP Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus PPP menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 9 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Pengurus PPP menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 9 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta-Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV pada 19-20 Juli 2019. Mukernas merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah muktamar. Dalam agenda konsolidasi partai tersebut, akan dibahas ihwal waktu pelaksanaan muktamar.

    "Kapan waktu pelaksanaan muktamar, apakah dipercepat atau dimundurin, ya, itu tergantung keputusan mukernas," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi di kantornya, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

    Muktamar merupakan agenda pengambilan keputusan partai untuk memilih ketua umum definitif. PPP dipimpin oleh Suharso Monoarfa yang statusnya masih pelaksana tugas (Plt) ketua umum. Suharso menggantikan Muhammad Romahurmuziy alias Rommy yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.

    Belakangan, partai-partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Kerja diisukan akan mempercepat agenda konsilidasi partai. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Andi Sinulingga mengungkapkan sudah terkonfirmasi pula bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan partai-partai koalisinya menyelesaikan agenda-agenda politik partai sebelum Oktober. "Apakah kami harus ikut atau tidak, kan nanti kami sesuaikan dengan kebutuhan internal partai kita, tidak ujug-ujug kami harus mengikuti," ujar Andi, awal Juli lalu.

    Hingga saat ini, baru PDIP yang sudah menyatakan akan mempercepat kongres. Sementara wacana percepatan Munas Golkar juga menguat. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memprediksi partai-partai akan mempercepat agenda konsolidasi, baik itu dalam bentuk kongres, munas, muktamar dan agenda serupa, sebelum pelantikan presiden terpilih pada Oktober mendatang.

    Dalam agenda konsolidasi ini, ujar Adi, partai-partai pemenang tentu mengkalkulasi kemungkinan peluang mengakses komposisi kabinet yang bisa didapat, termasuk posisi-posisi strategis di DPR, MPR, dan BUMN. "Sementara partai-partai yang kalah akan mencoba peruntungan apakah bisa merapat ke pemerintah atau memilih jadi oposisi," ujar Adi saat dihubungi Tempo, Selasa malam, 25 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.