KPK Lakukan OTT di Kepulauan Riau

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. KPK kembali menetapkan bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin sebagai tersangka korupsi biaya operasional serta biaya kampanye pemilihan kepala daerah dan legislatif tahun 2013-2014 selain itu ia diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol dan mobil Toyota Velfire senilai Rp 825 juta. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. KPK kembali menetapkan bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin sebagai tersangka korupsi biaya operasional serta biaya kampanye pemilihan kepala daerah dan legislatif tahun 2013-2014 selain itu ia diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol dan mobil Toyota Velfire senilai Rp 825 juta. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Provinsi Kepulauan Riau. Unsur kepala daerah dikabarkan ditangkap dalam operasi tersebut.

    Baca: KPK Tunggu Salinan Putusan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung

    "Iya, ada kegiatan tim penindakan di Kepri," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 10 Juli 2019.

    Febri urung menjelaskan siapa orang yang ditangkap dalam operasi ini. Ia juga belum menjelaskan detail kasus yang membuat KPK melakukan OTT.

    Baca: Novel Baswedan Minta Tim Gabungan Fokus Ungkap Pelaku Lapangan

    Ia mengatakan saat ini tim masih berada di lapangan. "Info lebih lanjut akan diperbarui," kata dia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.