Novel Baswedan Minta Tim Gabungan Fokus Ungkap Pelaku Lapangan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan meminta tim gabungan fokus menemukan pelaku lapangan penyiraman air keras kepada dirinya. Menurut dia, pelaku lapangan adalah kunci untuk mengungkap aktor intelektual dari kasus ini. “Mengungkap kejahatan jalanan begini harus dimulai dengan pelaku lapangannya,” kata dia di kantornya, Rabu, 10 Juli 2019.

    Baca juga: TGPF Ungkap Hasil Investigasi Kasus Novel Baswedan Pekan Depan

    Sebelumnya, tim gabungan kasus Novel sudah merampungkan hasil penyelidikan dan sudah menyerahkan laporan itu kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kapolri kini tengah mempelajari laporan tersebut. Tim gabungan berencana mengumumkan hasil penyelidikan pada pekan depan.

    Enam bulan bekerja menangani kasus ini, tim gabungan telah melakukan uji alibi kepada sejumlah saksi termasuk memeriksa Novel. Anggota tim gabungan Hermawan Sulistyo mengatakan tim juga telah memeriksa sejumlah jenderal polisi berbintang tiga. Tim gabungan menduga ada motif politik di balik penyerangan terhadap Novel.

    Baca juga: TGPF Duga Penyerangan Novel Baswedan Berlatar Belakang Politik

    Novel Baswedan meminta investigasi yang dilakukan tim gabungan tidak dikaburkan dengan spekulasi liar soal dalang penyerangan. Ia meminta tim fokus lebih dulu pada pengungkapan pelaku lapangan penyiraman air keras itu. “Kalau hanya spekulasi, tapi pelakunya tidak dapat, maka sia-sia,” ujar Novel. Ia berharap tim gabungan memperoleh temuan yang signifikan untuk mengungkap kasusnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.