KPK Sebut Ada Lebih dari Dua Tersangka Baru Kasus E-KTP

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (tengah) bersama Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum (Kemenkum) dan HAM Sri Puguh Budi Utami (kiri) dan Sekjen Kemenkum HAM Bambang Rantam Sariwanto saat memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. KPK menyerahkan sejumlah rekomendasi yang berasal dari hasil kajian terkait pengelolaan lapas seperti kondisi lapas yang over kapasitas. Terdapat 260 ribu narapidana koruptor yang ditempatkan dalam lapas yang seharusnya hanya berkapasitas 126 ribu orang. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (tengah) bersama Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum (Kemenkum) dan HAM Sri Puguh Budi Utami (kiri) dan Sekjen Kemenkum HAM Bambang Rantam Sariwanto saat memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. KPK menyerahkan sejumlah rekomendasi yang berasal dari hasil kajian terkait pengelolaan lapas seperti kondisi lapas yang over kapasitas. Terdapat 260 ribu narapidana koruptor yang ditempatkan dalam lapas yang seharusnya hanya berkapasitas 126 ribu orang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyebut ada lebih dari dua tersangka baru dalam kasus korupsi KTP elektronik atau kasus E-KTP. "Nanti kami ekspos pada waktunya, kami sudah gelar perkara," ujar Saut Situmorang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 1 Juli 2019.

    Baca juga: KPK Periksa Politikus Gerindra Rindoko untuk Markus Nari

    Saut menyebut kemungkinan tersangka itu akan diumumkan pekan depan. "Menunggu kesiapan aja," ujar dia.

    Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut, tersangka baru berasal dari pengusaha dan birokrat. "Ada dari pengusaha, ada dari birokrat," ujar Agus saat ditemui di lokasi yang sama.

    Dalam perkara E-KTP, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka. Yakni Setya Novanto, Sugiharto, Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Irvanto Hendra Pambudi, Irman, dan Markus Nari.

    Setya, Sugiharto, Irman, Andi Narogong, Made Oka, Irvanto, Anang, dan sudah menjadi terpidana, sedangkan Markus Nari masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.