Tetap di Kubu Prabowo, PKS: Demokrasi Perlu Kekuatan Penyeimbang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mardani Ali Sera. Dok TEMPO

    Mardani Ali Sera. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menyatakan masih bertahan untuk berada di jajaran Koalisi Adil Makmur pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca juga: Soal Koalisi Prabowo - Sandi, Petinggi PAN Berbeda Pendapat

    "PKS Insya Allah akan istiqomah menjaga Koalisi Adil Makmur," kata Mardani Ali Sera, Ketua Dewan Pengurus Pusat PKS Bidang Kepemudaan ketika dihubungi Tempo pada Selasa, 25 Juni 2019.

    Mardani mengatakan, setiap partai memiliki kebebasan dalam mengambil keputusan. Menurutnya, menjadi oposisi dapat menghadirkan kekuatan penyeimbang. "Itu sebuah keniscayaan," katanya.

    Lebih lanjut dia mengatakan, PKS tetap meyakini kebaikan Koalisi Adil Makmur tetap solid. Khususnya dalam menjalankan fungsi check and ballance.

    "Demokrasi memerlukan adanya kekuatan penyeimbang yang kokoh. Publik kita harapkan juga mengawal proses ini," katanya.

    Meski begitu, keputusan final posisi PKS sebagai oposisi atau koalisi kubu capres Joko Widodo dikatakannya masih akan dibahas dalam Musyawarah Majelis Syuro.

    Baca juga: Kata PKS Soal Lanjut Oposisi atau Bakal ke Koalisi Pemerintah

    Sejumlah partai hingga kini juga belum ada yang tegas menentukan posisinya mengingat Mahkamah Konstitusi (MK) baru akan menyampaikan putusan sidang sengketa pilpres pada Kamis, 27 Juni 2019 mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.