Polisi Usut Kaitan Pelaku Bom Kartasura dengan Sel Tidur Teroris

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara lokasi kejadian bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 3 Juni 2019. Ledakan bom Kartasura, Sukoharjo menyebabkan satu orang terluka cukup parah. Korban diduga pelaku peledakan yang terjadi pada Senin malam 3 Juni 2019. ANTARA

    Petugas Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara lokasi kejadian bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 3 Juni 2019. Ledakan bom Kartasura, Sukoharjo menyebabkan satu orang terluka cukup parah. Korban diduga pelaku peledakan yang terjadi pada Senin malam 3 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Tim Densus 88 Antiteror sedang mendalami keterkaitan pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah RA dengan sel tidur teroris lain. Pelaku bom Kartasura itu kini kondisi kesehatannya membaik dan sudah bisa dimintai keterangan.

    Baca: Polisi: Pelaku Bom Kartasura Rutin Berkomunikasi dengan ISIS

    "Memang dia tidak terafiliasi dengan kelompok teroris yang terstruktur, tapi dia berkomunikasi dengan sleeping cell yang lain, itu sedang didalami," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2019.

    Dedi menuturkan hal itu diketahui dari pengakuan pelaku bom. Pelaku juga mengaku pernah bertukar pengalaman merakit bom dengan sesama lone wolf atau pengikut kelompok teroris yang berjuang sendiri. Ia belajar merakit bom secara otodidak dari internet.

    Pelaku melakukan aksinya pada Senin, 3 Juni 2019 sekitar pukul 22.45 WIB. Mengenakan kaus berwarna hitam, celana jeans serta memakai headset, pelaku berjalan menuju Pos Pantau Tugu Kartasura.

    Ia sempat duduk di trotoar depan pos. Lalu, sepuluh menit kemudian terjadi ledakan di depan pos yang mengakibatkan orang tersebut luka-luka. Pelaku dilarikan ke rumah sakit.

    Kondisi kesehatan pelaku sudah cukup stabil dan penyidik Densus sudah meminta keterangan darinya.

    Pelaku bom Kartasura ini juga membait dirinya ke kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dengan menggunakan akun media sosial Facebooknya. "Dia membaiat diri dengan akun FB-nya langsung ke ISIS. Sedang didalami jaringan komunikasi pelaku di akun FB," kata Dedi.

    Baca: Pelaku Bom Kartasura Nyaris Merekrut Orang Tuanya

    Dari hasil penyelidikan, diketahui ponsel pelaku bom telah dirusak. Hal ini menjadi kendala dalam proses penyidikan di laboratorium digital forensik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.