Juru Bicara Presiden: Ada Kemungkinan Reshuffle Pasca Lebaran

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Johan Budi (kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Teten Masduki mengatakan, sejak awal, Presiden sudah naksir kepada sosok Johan Budi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Johan Budi (kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Teten Masduki mengatakan, sejak awal, Presiden sudah naksir kepada sosok Johan Budi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Presiden Johan Budi Sapta Pribowo mengatakan reshuffle di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo bisa jadi dilaksanakan usai hari raya Idul Fitri 2019. Ia menegaska n sepanjang bulan Ramadan ini tak akan ada reshuffle.

    Baca juga: Airlangga Hartarto: Rangkap Jabatan Tergantung Presiden Jokowi

    "Sampai lebaran ini tak ada informasi itu (reshuffle). Tapi kalau setelah lebaran kemungkinan bisa saja," kata Johan Budi, saat dikonfirmasi Tempo, Rabu, 8 Mei 2019.

    Johan mengatakan selama ini, Jokowi hanya akan melaksanakan reshuffle dengan dua alasan. Pertama, melihat kinerja si menteri dan, kedua, adanya kasus hukum yang melibatkan menteri. "(menteri terkait) Berstatus sebagai tersangka," kata dia.

    Sejak menjabat sebagai presiden, Jokowi telah melakukan tiga perombakan kabinet. Yang terakhir pada Agustus 2018, saat Jokowi melantik Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Sosial menggantikan Idrus Marham. Pergantian dilakukan karena Idrus menjadi tersangka kasus korupsi PLTU Riau.

    Johan menegaskan, reshuffle bisa tetap dilakukan meski sisa waktu pemerintahan Jokowi hanya tinggal lima bulan. Status hukum menteri terkait dan kinerjanya, tetap menjadi alasan utama. "Presiden kalau mau ganti menteri, tidak melihat apakah pemerintahan periode pertama ini tinggal setahun atau sebulan. Tidak melihat itu," kata Johan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.