Wagub Uu Dorong Muslimah Pengusaha Konsisten Terapkan Bisnis Syariah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-3 Asosiasi Muslimah Pengusaha

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-3 Asosiasi Muslimah Pengusaha "Khadijah" Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di Hotel Santika, Bekasi, Jumat, 26 April 2019. (dok Pemprov Jabar)

    INFO NASIONAL--  Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengingatkan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Muslimah Pengusaha (Alisa) agar konsisten menerapkan sistem ekonomi syariah dalam bisnis mereka.
     
    "Yang namanya muslim berarti dia harus taat, patuh pada aturan Islam. Ada sebuah keterangan, 'masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan', termasuk dalam bidang ekonomi," ujar Uu saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-3 Asosiasi Muslimah Pengusaha "Khadijah" Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di Hotel Santika, Bekasi, Jumat, 26 April 2019.
     
    Uu menjelaskan ada beberapa perbedaan antara ekonomi syariah dengan konvensional. Pertama, ekonomi syariah menilai uang hanya sebatas sebagai alat tukar, bukan sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan. Kedua, semua usaha dalam Islam diperbolehkan kecuali yang diharamkan.
     
    "Dalam Islam tidak semua dilarang, dalam ekonomi liberal semua bebas yang penting ada untung, ekonomi sosialis semuanya diatur negara. Tapi kalau ekonomi syariah pertengahan, artinya tidak terlalu bebas dan tidak terlalu ditahan," ujarnya.
     
    Hadir dalam pembukaan rakernas antara lain Ketua Umum ICMI  Jimly Asshiddiqie. Dia menjelaskan ihwal ICMI membentuk Alisa "Khadijah" ICMI sebagai kumpulan pengusaha muslimah.
    Jimly menuturkan, kaum perempuan perlu menjadi ikon bisnis, sebagai bagian dari jihad di bidang ekonomi. Seperti halnya istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah yang menjadi pengusaha perempuan sukses di zamannya.
     
    "Kaum perempuan juga harus ada yang menekuni jihad di bidang ekonomi. Makanya kita dorong ibu-ibu ini menjadi pionir menggerakkan kaum perempuan untuk menjadi pengusaha," kata Jimly.
     
    Sementara itu, Ketua Umum Alisa "Khadijah" ICMI  Ina Marlina dalam sambutannya berharap agar rakernas ini bisa menghasilkan program-program kerja yang positif untuk Alisa.
    Menurut Ina, para pengusaha muslimah perlu belajar dan menyesuaikan diri dengan era industri 4.0.
     
    "Jadi, sekarang semuanya harus mulai belajar. Harus mulai tidak hanya jadi pedagang tapi juga jadi pengusaha," ujar dia.
     
    Dalam rakernas Alisa 26-28 April 2019, digelar pula pameran produk UMKM dan seminar. Ada 50 stan produk makanan, minuman, dan fesyen. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.