Investigasi Surat Suara Tercoblos di Malaysia Terkendala Akses

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Kajang bersama Relawan Prabowo - Sandi (PADI) Malaysia berjaga di lokasi penemuan surat suara Pemilu 2019 yang diduga sudah dicoblos di sebuah rumah toko Jalan Seksyen 2/11 Kajang Selangor, Kamis malam, 11 April 2019.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan bahwa gudang yang disebut sebagai tempat surat suara tercoblos di Selangor bukan tempat penyimpanan resmi. ANTARA/Agus Setiawan

    Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Kajang bersama Relawan Prabowo - Sandi (PADI) Malaysia berjaga di lokasi penemuan surat suara Pemilu 2019 yang diduga sudah dicoblos di sebuah rumah toko Jalan Seksyen 2/11 Kajang Selangor, Kamis malam, 11 April 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan bahwa gudang yang disebut sebagai tempat surat suara tercoblos di Selangor bukan tempat penyimpanan resmi. ANTARA/Agus Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengecek keaslian surat suara tercoblos di Malaysia. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan lokasi penemuan surat suara yang tercoblos, di Selangor, bukan tempat penyimpanan resmi surat suara untuk pemilihan umum.

    Baca juga: Jokowi Minta Surat Suara Tercoblos di Malaysia Ditangani Serius

    “Bukan hanya keaslian surat suara, tapi kenapa kok ada surat suara di situ? Kami belum tahu kenapa ada surat suara di situ,” kata Arief di kantor KPU, Jakarta, Jumat, 12 April 2019.

    Kamis lalu, video penggerebekan sebuah lokasi di Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia, yang menyimpan surat suara yang telah tercoblos beredar di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 5 menit 4 detik itu, terlihat beberapa orang memegang kertas suara. Mereka menunjukkan kebenaran kertas suara itu bergambar pasangan calon presiden dan wakil presiden. Video itu juga menampakkan surat suara yang telah tercoblos untuk pemilihan legislatif 2019.

    Video penggerebekan sebuah lokasi di Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia yang menyimpan surat suara yang telah tercoblos menjadi viral di media sosial, salah satunya akun @suryoprabowo2011 di Instagram.

    KPU pun mengutus dua anggotanya, Hasyim Asyari dan Ilham Saputra, bersama anggota Badan Pengawas Pemilu Ratna Dewi Petalolo, untuk mengecek surat suara itu secara langsung. “Kami baru akan verifikasi kantong itu milik siapa. Kantong kami atau bukan. Kami belum mengambil kesimpulan apa-apa,” ujar dia. Meski begitu, Arief memastikan pemungutan suara melalui metode tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) di Malaysia tetap dilaksanakan pada 14 April 2019.

    Baca: Soal Surat Suara Tercoblos, KPU Bakal Panggil KBRI Malaysia

    Komisioner KPU lainnya, Viryan Aziz, mengatakan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur adalah tempat resmi untuk menyimpan surat suara oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri. Sama dengan Arief, Viryan masih enggan merinci temuan awal ihwal keaslian surat suara dan lokasi temuan. Tim dari KPU dan Bawaslu, kata dia, berfokus untuk memverifikasi bukti-bukti awal temuan surat suara tercoblos itu. “Prinsip kami kehati-hatian,” ucap dia.

    Viryan mengatakan pihaknya berupaya menutup celah kecurangan pemilu di luar negeri. Pemilu di luar negeri, termasuk Malaysia, memiliki tiga metode pemungutan suara. Metode itu adalah pengiriman pos, metode kotak suara keliling (KSK), dan metode tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN). “Metode TPSLN, kalau pemilih lokasinya jauh, dimungkinkan dengan metode KSK atau pos,” ujar dia. Metode KSK dan pos ini telah berjalan sejak 8 April lalu.

    Kemarin, KPU dan Bawaslu menggelar rapat secara terpisah di Kuala Lumpur. KPU berkoordinasi dengan PPLN Malaysia untuk mengklarifikasi temuan. Adapun Bawaslu menggelar rapat untuk mendengarkan informasi dari Panitia Pengawas Pemilu Kuala Lumpur.

    Berdasarkan pantauan Tempo, mereka mendatangi lokasi temuan surat suara di Bandar Baru Wangi dan Taman Kajang Utama, Selangor. Namun mereka tidak bisa memasuki lokasi temuan yang sudah dijaga oleh Polisi Diraja Malaysia.

    Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, mengatakan pihaknya juga menelisik keaslian surat suara di dua lokasi tersebut. Menurut dia, lokasi penyimpanan surat suara tersebut tidak beres. Bagja pun mengatakan pihaknya segera menindak jika ada indikasi kecurangan dalam kasus ini. “Bagaimana proses surat suara ada di gedung tersebut, siapa pemilik dan keterkaitannya, akan kami lihat. Kami kaji apakah ada pelanggaran administrasi atau pidananya,” kata dia.

    Baca: Bawaslu Sebut Investigasi Surat Suara Tercoblos Kelar 13 April

    Bagja menambahkan, Bawaslu akan segera membuat rekomendasi dari hasil investigasi, apakah akan melanjutkan proses pemungutan suara atau melakukan pemungutan suara ulang, sambil menelusuri peran PPLN Malaysia. Meski begitu, berdasarkan rekaman video yang tersebar, ia menduga temuan surat suara tercoblos itu berkaitan dengan proses pemungutan suara menggunakan pos. “Yang kerap bermasalah lewat pos,” ujar dia. Bawaslu menargetkan investigasi tersebut selesai sebelum pemungutan suara pada 17 April 2019.

    IRSYAN HASYIM | IQBAL TAWAKAL | ARKHELAUS W. | MASRUR (SELANGOR)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.