JK: Kota yang Baik Rumah Sakitnya Sepi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi keterangan pada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, 20 Desember 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi keterangan pada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, 20 Desember 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Makassar-Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK berharap Kota Makassar menjadi pusat layanan kesehatan dan rujukan di Kawasan Indonesia Timur. Pasalnya saat ini hanya dua rujukan pelayanan kesehatan, yakni di Jakarta dan luar negeri.

    “Salah satu keunggulan Makassar adalah sebagai pusat di bagian timur Indonesia. Kita berharap orang dari Indonesia Timur dilayani baik di Makassar,” ucap Jusuf Kalla saat meresmikan Gedung Perawatan Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, Sabtu, 30 Maret 2019.

    Baca: JK: Negara Maju Bisa Dilihat dari Lapangan Kerjanya

    Apalagi, kata JK, Rumah Sakit Ibnu Sina UMI telah mendapat bantuan dua mobil ambulans. Di antaranya satu dari Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan satu dari Jusuf Kalla. Karena itu harus dimanfaatkan agar membawa kesehatan yang lebih baik lagi. “Sebenarnya kota yang baik itu kalau rumah sakitnya banyak tapi sepi. Kalau rumah sakitnya ramai, berarti kota itu kotor,” tutur JK.

    Dia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah memutuskan untuk melayani seluruh masyarakat dengan layanan kesehatan yang sama. Artinya semua berhak untuk dilayani, yang tidak mampu akan dibayarkan oleh pemerintah dan yang mampu tentu akan membayar sesuai cara-cara yang diharuskan. Tujuannya, kata JK, untuk meratakan layanan kesehatan ke masyarakat.

    Menurut JK layanan tersebut bertambah terus akibat bertambahnya penduduk berkisar 1,4 persen lebih per tahun.  Di samping itu masyarakat juga  menginginkan layanan yang baik sehingga fakultas kedokteran bertambah dan rumah sakit.

    Simak: Wapres Resmikan JK Entrepreneurial Leadership Center

    JK menyebutkan ada tiga hal yang membuat rumah sakit maju yakni kemampuan dokter, ketersediaan teknologi, dan pelayanannya. “Itulah tiga hal yg menyebabkan rumah sakit maju atau tidak. Saya berharap Rumah Sakit Ibnu Sina ini dapat memenuhi syarat-syarat itu,” ucap JK.

    JK mencontohkan sebuah rumah sakit yang punya dokter banyak tapi teknologi tidak ada, sehingga rumah sakit itu tidak akan mempunyai kapasitas yang baik. Di sisi lain, walaupun ada dokter dan teknologi, tetapi pelayanannya tidak bagus, maka tetap saja tidak maju. “Jadi harusnya rumah sakit menggabungkan tiga hal tersebut. Bagaimana menggabungkan kemampuan dokter, peralatan yang ada dan juga pelayananan,” tuturnya.

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.