Peneliti Senior Siapkan Beberapa Strategi Turunkan Kepala LIPI

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris saat ditemui usai acara Perspektif Indonesia Smart FM di Jakarta Pusat, Sabtu 24 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsudin Haris membantah tudingan yang menyebut 65 peneliti senior di LIPI ikut menggunakan aset lembaga itu secara berkepanjangan, melampaui batas waktu yang ditetapkan. Ia meminta bukti dari pihak yang menyebarkan tuduhan itu.  "Nggak ada, masa percaya begitu saja dengan orang panik, kalap," ujar Syamsudin saat dihubungi, Selasa, 19 Maret 2019.

Menurut dia, mosi tidak percaya dari 65 peneliti senior belum berubah, tidak ingin Kepala LIPI Laksana Tri Handoko melanjutkan jabatan sebagai Kepala LIPI. "Namanya mosi tidak percaya, masa mau dipertahankan?" kata Syamsudin.

Baca: Kepala LIPI Disebut Musnahkan Ribuan Tesis dan Disertasi

Ia menjelaskan pencopotan kepala LIPI adalah keputusan pemerintah. Jadi yang berhak mengangkat dan memberhentikannya adalah Presiden Joko Widodo. "Kami sudah berusaha (ketemu Jokowi) tapi belum direspons."

Banyak langkah yang akan dilakukan peneliti senior sampai Laksana turun dari jabatannya. Namun, ia menolak menjelaskan strategi para peneliti. "(Targetnya) dia mundur atau jatuh," ujar Syamsudin.

Sebelumnya, Pakar perkembangan politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menjelaskan bahwa ada dugaan pemanfaatan aset penelitian untuk bisnis yang dilakukan oleh Kepala LIPI Laksana Tri Handoko. Ini salah satu alasan sejumlah peneliti  minta Laksana mengundurkan diri.

Baca: Kisruh Internal, Reorganisasi LIPI Dihentikan Sementara

Gedung auditorium sekarang namanya LIPI Grand Ballroom, dan yang awalnya disewakan seharga Rp 7,5 juta sekarang sekitar Rp 200 juta," ujar Hermawan, saat menyatakan mosi tidak percaya bersama 65 profesor riset dan peneliti utama atas kepemimpinan Kepala LIPI, di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.

Menurut Hermawan, ketika 65 peneliti riset berkumpul, artinya pasti sedang terjadi masalah di LIPI. Kalau tidak bertindak, kata dia, taruhannya adalah masa depan LIPI. LIPI merupakan payung akademik yang diharapkan dan sudah memayungi otoritas akademik yang lainnya seperti perguruan tinggi. "Kami sudah tidak percaya dengan kepemimpinan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala LIPI.” Guna mencegah dampak kerusakan lebih lanjut, peneliti senior meminta Presiden Republik Indonesia memberhentikan Laksana.

Ketika dimintai konfirmasi, Laksana menjelaskan bahwa Informasi mengenai aset yang dibisniskan dan kebun raya Bogor bukan lagi lembaga riset, tidak sepenuhnya benar. Dia mengakui bahwa LIPI melakukan kerja sama pengelolaan dengan operator swasta berdasar regulasi. Menurut Laksana, langkah ini upaya untuk mencari sumber pendanaan investasi tanpa memakai APBN. “Serta mereduksi biaya pemeliharaan," kata Handoko, melalui pesan singkat, Kamis malam pekan lalu, 14 Maret 2019.

Simak: Menristekdikti Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Pegawai di LIPI

Khusus untuk kebun raya Bogor, belum ada inisiatif kerjasama operator baru selain yang selama ini sudah berjalan sejak lama. Menurut Laksana, kebun raya adalah lokasi laboratorium dan penelitian, tapi tidak berarti semua hal harus berada dalam satu satuan kerja.

Pascareorganisasi, kata Laksana, satuan kerja yang menaungi Kebun Raya Bogor dibagi menjadi dua satuan kerja. Yang satu untuk penelitian di seluruh kebun raya LIPI, yaitu Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya. "Satu lagi Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor yang mengelola pemeliharaan Kebun Raya Bogor," tutur Kepala LIPI Laksana Tri Handoko. Yang dilakukan justru penguatan atas ekosistem Kebun Raya Bogor.

CATATAN KOREKSI: Bagian awal berita ini dikoreksi untuk memperbaiki akurasi pada Rabu 20 Maret 2019, pukul 09.00 pagi. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan sebelumnya.






BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

1 hari lalu

BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengharapkan semangat keempat periset dapat menular kepada rekan-rekannya.


Partai Politik Sibuk Cari Capres 2024, Anies Baswedan: Enggak Ada yang Genit-genit

3 hari lalu

Partai Politik Sibuk Cari Capres 2024, Anies Baswedan: Enggak Ada yang Genit-genit

Anies Baswedan menyatakan sangat menghormati proses diskusi soal calon presiden 2024 yang sedang dilakukan partai politik.


Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

9 hari lalu

Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

KLHK juga meminta agar tidak melayani melayani permohonan kerja sama oleh Erik Meijaard dkk di tingkat tapak dalam kewenangan Kepala UPT.


Cina Negara Ketiga Temukan Mineral Baru di Bulan

15 hari lalu

Cina Negara Ketiga Temukan Mineral Baru di Bulan

Misi Chang'e 5 mengumpulkan 1,73 kilogram sampel dari Bulan dan mengirimkannya dengan aman ke Bumi untuk dipelajari.


Gletser Swiss Susut Setengah Sejak 1930-an, Mencair Makin Cepat

24 hari lalu

Gletser Swiss Susut Setengah Sejak 1930-an, Mencair Makin Cepat

Volume es di gletser Swiss telah menyusut 62 kilometer kubik atau sebanyak 51,1 persen selama 85 tahun.


55 Tahun LIPI, Sejarah Panjang Hingga Lebur dalam BRIN

37 hari lalu

55 Tahun LIPI, Sejarah Panjang Hingga Lebur dalam BRIN

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) hari ini 55 tahun, begini sejarah panjangnya hingga dilebur dalam BRIN.


Macan Tutul Terlihat Muncul di Beberapa Lokasi Jawa Barat, Apa Kata Peneliti?

46 hari lalu

Macan Tutul Terlihat Muncul di Beberapa Lokasi Jawa Barat, Apa Kata Peneliti?

Sejauh ini dari laporan yang diterima, macan tutul yang masuk ke kawasan warga selalu diusir.


Peneliti BRIN Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon dan Mesovorteks

57 hari lalu

Peneliti BRIN Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon dan Mesovorteks

Peningkatan cuaca ekstrem berpotensi di sebagian besar Sumatra, Bangka Belitung, sebagian Kalimantan, dan Jawa bagian barat.


Mikroplastik dari Masker di Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Meningkat Tajam

57 hari lalu

Mikroplastik dari Masker di Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Meningkat Tajam

Terdapat peningkatan mikroplastik bentuk benang yang terindikasi memiliki bentuk asal dan jenis komposisi kimia yang sama dengan masker medis.


Studi Baru Temukan Luas Hutan Global Menurun Lebih dari 60 Persen

59 hari lalu

Studi Baru Temukan Luas Hutan Global Menurun Lebih dari 60 Persen

Studi itu mengungkap bahwa selama 60 tahun terakhir kawasan hutan global telah menurun sebesar 81,7 juta hektare.