Selain Komite Khittah, Desakan MLB NU Disuarakan Lewat PPKN

Peringati Harlah ke 91, Nahdatul Ulama Provinsi Banten gelar doa bersama untuk NKRI. TEMPO/Darma Wijaya

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komite Khittah Nahdlatul Ulama (NU) Choirul Anam mengatakan kiai-kiai kultural yang tergabung dalam wadah tersebut menginginkan cara lembut untuk mendesak digelarnya Muktamar Luar Biasa NU. Menurut Choirul mereka tidak ingin frontal dan lebih memilih jalur damai.

Berita terkait: Saat NU Dinilai Terlalu Jauh Masuk Ranah Politik

“Ulama sepuh inginnya soft, ya, silakan. Tapi saya gerak sendiri melalui ormas PPKN (Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah) yang saya dirikan sejak dua tahun lalu,” ujar mantan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Ulama itu saat dihubungi Selasa, 5 Februari 2019.

Choirul berujar pendirian PPKN dilatarbelakangi rasa prihatin melihat arah NU yang makin jauh dari kitthah-nya. Ormas terbesar di Indonesia itu dinilai Choirul telah masuk terlalu jauh dalam ranah politik praktis. Puncaknya dengan pencalonan Rais Aam Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden Joko Widodo.

“Jadi dalam posisi Ketua Dewan Pembina PPKN, saya menyarankan pada NU kultural untuk mendesak PBNU menggelar MLB. NU sudah compang-camping, harus diluruskan. Ini bahaya, karena NU telah menjadi ormas penganut parpol,” ujar Choirul.

Choirul menuturkan sebagai Rais Aam, Ma’ruf Amin telah melanggar AD/ART sehingga kepengurusan yang ada sekarang harus diganti melalui muktamar luar biasa. Choirul membandingkan dengan sikap Rais Aam sebelumnya, Sahal Mahfudz, yang tegas menjaga khittah.

“Saat Kiai Hasyim (Ketua PBNU Hasyim Muzadi) jadi cawapres Megawati pada pilpres 2004, Kiai Sahal bilang ‘Syim kalau kamu jadi cawapres harus non-aktif dari PBNU, khittah biar saya yang jaga’. Gitu, itu baru Rais Aam namanya,” ucap Choirul.

Choirul tak khawatir pengguliran wacana Muktamar Luar Biasa NU ini bakal memecah belah warga nahdliyin. Menurut dia sejak Ma’ruf Amin jadi cawapres, warga NU sudah pecah. “Ini gara-gara Pak Jokowi nyomot NU tanpa musyawarah. Mestinya dengar dulu aturan di NU, dengar dulu suara alim ulama, baru semua paham dan tahu. O, Pak Jokowi harus didukung karena gini gini gini. Kan gitu mestinya,” ujarnya.

Ketua Bidang Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas membantah bahwa Ma'ruf Amin melanggar AD/ART NU. Alasannya, saat dia dicalonkan sebagai cawapres Jokowi, Ma'ruf langsung mengundurkan diri sebagai rais aam. "Oh, kalau itu sudah clear, clear," kata Robikin pada Tempo di Banjar, Selasa, 26 Februari 2019.

Robikin menjelaskan dalam AD/ART NU memang ada aturan mengenai rangkap jabatan, terutama dengan jabatan politik. Di tingkat PBNU, rais aam, wakil rais aam, ketua umum, dan wakil ketua umum dilarang rangkap jabatan dengan jabatan politik. "Dalam hal ini yang kebetulan menjabat, kalau mencalonkan atau dicalonkan, pilihannya ada dua, mundur atau dimundurkan. Dan beliau (Ma'ruf) sudah memenuhi mekanisme itu," ujarnya.

Sebelumnya Komite Khittah NU yang beranggotakan beberapa kiai sepuh, seperti Salahuddin Wahid dan Tolchah Hasan, mendesak digelarnya muktamar luar biasa. Mereka menilai kepengurusan di bawah ketua umum Said Aqil Siradj telah melanggar AD/ART. Komite Khittah menggelar serangkaian halaqah untuk menggulirkan wacana tersebut. Setelah pertemuan di Pasuruan pada akhir bulan lalu, bakal disusul halaqah berikutnya di Bandung pada 14 Maret ini.

KUKUH S. WIBOWO (Surabaya)






Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

1 hari lalu

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


Pengamat: Kunjungan Prabowo ke Kiai Sepuh NU Jaga Basis Suara Umat Islam

3 hari lalu

Pengamat: Kunjungan Prabowo ke Kiai Sepuh NU Jaga Basis Suara Umat Islam

Sebelumnya, Prabowo bersilaturahmi dengan 9 kiai NU di Asrama Perguruan Tinggi Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang.


Profil Ning Imaz, Putri Pengelola Ponpes Lirboyo yang Dihina Eko Kuntadhi

12 hari lalu

Profil Ning Imaz, Putri Pengelola Ponpes Lirboyo yang Dihina Eko Kuntadhi

Siapakah sosok Ning Imaz yang dihina pegiat media sosial Eko Kuntadhi?


Jejak Gus Dur: Keturunan Tionghoa, Reformasi NU, Bentuk PKB, Dilengserkan sebagai Presiden, Bapak Toleransi

21 hari lalu

Jejak Gus Dur: Keturunan Tionghoa, Reformasi NU, Bentuk PKB, Dilengserkan sebagai Presiden, Bapak Toleransi

Gus Dur atau Abdurrahman Wahid memberikan warna bagi sejarah Indonesia. Tokoh NU menjadi Presiden RI yang dimakzulkan lewat Sidang Istimewa MPR.


Enam Aliran Pencak Silat di Indonesia

21 hari lalu

Enam Aliran Pencak Silat di Indonesia

Perisai Diri berdiri di Surabaya. Semula, pencak silat ini hanya diajarkan di Perguruan Taman Siswa atas keinginan Ki Hajar Dewantoro.


Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

28 hari lalu

Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

Dialog lintas agama ini dilakukan Muhammadiyah dan Ashoka Indonesia karena dampak perubahan iklim dan bencana tidak memandang agama


Diabadikan Dalam Uang Kertas Baru Rp 5.000, Ini Profil K. H. Idham Chalid

40 hari lalu

Diabadikan Dalam Uang Kertas Baru Rp 5.000, Ini Profil K. H. Idham Chalid

Berikut kiprah pahlawan nasional K.H. Idham Chalid yang diabadikan dalam pecahan uang kertas baru Rp 5.000.


Tokoh NU Gus Rozin Sebut Saat Ini Banyak Pseudo Pesantren Berdiri

56 hari lalu

Tokoh NU Gus Rozin Sebut Saat Ini Banyak Pseudo Pesantren Berdiri

Istilah pseudo pesantren ini muncul karena nama pesantren kini tercemar dan bergeser ke makna negatif karena kekerasan seksual dan terorisme.


63 Ormas Islam Deklarasi Al Mitsaq Al-Ukhuwah di Milad MUI, Antisipasi Pemilu 2024

27 Juli 2022

63 Ormas Islam Deklarasi Al Mitsaq Al-Ukhuwah di Milad MUI, Antisipasi Pemilu 2024

Sebanyak 63 ormas Islam mendeklarasikan Al Mitsaq Al-Ukhuwah atau Kesepakatan Persaudaraan dalam salah satu rangkaian acara Milad ke-47 MUI.


24 Tahun PKB, Pernah Hampir Punya Nama Nahdla Ummah, Ada pula Tim Lima, Siapa Saja Anggotanya?

25 Juli 2022

24 Tahun PKB, Pernah Hampir Punya Nama Nahdla Ummah, Ada pula Tim Lima, Siapa Saja Anggotanya?

Pada 23 Juli 1998, deklarasi parpol inisiasi Nahdlatul Ulama, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur menginisiasi, ada pula tim lima, siapa?