Munas Alim Ulama, PBNU: NU akan Menjerit tentang Politisasi Agama

Presiden Jokowi memberikan sambutan disaksikan Muhtasyar Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma'ruf Amin (tengah) Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (ketiga kanan) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (keempat kanan) pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 27 Februari 2019. ANTARA/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Banjar - Musyawarah Nasional atau Munas Alim Ulama NU akan membahas soal politisasi agama. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi mengatakan topik ini dianggap penting lantaran politisasi agama menjelang pemilihan umum 2019 kian terasa.

Berdasarkan jadwal acara, materi politisasi agama akan NU bahas di Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah yang berlangsung hari ini. "NU akan menjerit tentang politisasi agama. Bukan lagi bicara," kata Masduki di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu Februari 2019

Baca: Munas Alim Ulama NU Tak Dihadiri Sejumlah ...

Menurut Masduki, NU menilai gerakan politisasi agama di Indonesia makin berbahaya. "Di negara lain juga sama, terjadi seperti ini," ujarnya.

Dalam Islam, kata dia, politik sejatinya tidak bisa dipisahkan dengan agama. Namun hal itu berlaku hanya politik yang terinspirasi dari agama dan sifatnya mencerahkan.

Baca: Jokowi Minta NU Lawan Isu Larangan Azan

Ia mencontohkan politik yang bertentangan dengan agama. “Agama memerintahkan silaturahmi tapi dalam politik kadang prakteknya gak ada silaturahmi, bahkan memutus.”

PBNU mengundang ulama dari Timur Tengah, yakni Taufiq Ramadhan Al-Buthi untuk memberikan kesaksian mengenai bahaya politisasi agama yang terjadi di negara asalnya, Suriah.






Pengamat: Kunjungan Prabowo ke Kiai Sepuh NU Jaga Basis Suara Umat Islam

7 jam lalu

Pengamat: Kunjungan Prabowo ke Kiai Sepuh NU Jaga Basis Suara Umat Islam

Sebelumnya, Prabowo bersilaturahmi dengan 9 kiai NU di Asrama Perguruan Tinggi Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

8 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


Profil Ning Imaz, Putri Pengelola Ponpes Lirboyo yang Dihina Eko Kuntadhi

9 hari lalu

Profil Ning Imaz, Putri Pengelola Ponpes Lirboyo yang Dihina Eko Kuntadhi

Siapakah sosok Ning Imaz yang dihina pegiat media sosial Eko Kuntadhi?


KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

12 hari lalu

KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

KPK kembali memeriksa saksi untuk tersangka kasus korupsi pengalihan IUP di Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H Maming.


Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

13 hari lalu

Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

PKB Jawa Timur akan memanggil Anang Ahmad Syaifuddin yang meletakkan jabatannya setelah viral video ia tak lancar saat melafalkan Pancasila.


PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

16 hari lalu

PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

PBNU memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM.


Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

16 hari lalu

Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

Said Aqil Siradj terkejut dengan semakin banyaknya para Jenderal Polisi yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.


Menolak Transgender, Guru di Irlandia Diperkarakan

17 hari lalu

Menolak Transgender, Guru di Irlandia Diperkarakan

Seorang guru di Irlandia menolak menyebut murid transgender dengan sebutan khusus karena bertentangan dengan agama.


PBNU Tegas Larang Poltik Identitas, Gus Yahya: Jangan Ciptakan Permusuhan

17 hari lalu

PBNU Tegas Larang Poltik Identitas, Gus Yahya: Jangan Ciptakan Permusuhan

Ketua PBNU Gus Yahya tegas melarang segala bentuk politik identitas. Sebab, pendekatan politik identitas dapat menyebabkan permusuhan


Silsilah Gus Dur: Ayah dan Kakeknya, KH Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asyari Pahlawan Nasional

17 hari lalu

Silsilah Gus Dur: Ayah dan Kakeknya, KH Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asyari Pahlawan Nasional

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berada dalam satu garis keturunan dengan KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim, dua pahlawan nasional.