Benarkah Menteri Susi Pudjiastuti Istri Keenam Solihin GP?

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. ANTARA

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti memiliki hubungan istimewa dengan Solihin Gautama Purwanegara alias Solihin GP alias Mang Ihin. Gubernur Jawa Barat periode 1970 sampai 1975 itu pernah menyebut Susi sebagai istrinya. “Ini istri saya nomer enam,” kata Solihin, kepada para jenderal saat menghadiri pelantikannya Susi sebagai menteri.

    Baca: Susi Pudjiastuti: Ini Kali Pertama Menginjak Tangga Monas

    Ucapan Solihin itu diceritakan kembali oleh Susi dalam Talk Show and Exhibition "Festival Membumikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa", di Grha Sanusi Hardjadinta, Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa 26 Februari 2019.

    Susi mengatakan, saat dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, ia memang mengajak Mang Ihin untuk hadir di istana. Beberapa jenderal yang melihat mereka datang, menghampiri dan meledek Susi. “Kenapa membawa Mang Ihin,” kata Susi bercerita. Solihin GP lantas menimpali dengan mengatakan karena Susi adalah istrinya yang nomor enam.

    Susi mengenal Mang Ihin ketika mereka bekerja sama dalam merencanakan sodetan Sungai Citanduy pada 2000-2004. Menurut Susi, Mang Ihin mendukungnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dengan tiga syarat. Pertama, rambutnya tidak boleh merah. Kedua, memakai kebaya. “Ketiga, teu meunang (tidak boleh) gagal , oh ini berat sekali,” ujar Susi.

    Baca: Susi Pudjiastuti Beberkan Chat dengan Pengusaha Ikan, Isinya..

    Susi Pudjiastuti mengatakan, syarat ketiga itulah membentuk etos kerjanya. Tiap kali lelah ia selalu ingat Mang Ihin yang dikenalnya sebagai sosok keras dan pantang mundur untuk memegang prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.