Kata Romahurmuziy Soal Kampanye Hitam Jokowi Larang Azan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf M.Romahurmuziy usai rapat koordinasi di kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya Nomor 6, Jakarta Selatan pada Senin malam, 17 Desember 2018. Dewi Nurita/TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PPP M Romahurmuziy menyayangkan munculnya kampanye hitam yang menyebut bahwa jika Joko Widodo terpilih lagi menjadi Presiden akan melegalkan pernikahan sejenis dan melarang azan. "Saat ini tiba-tiba muncul kampanye yang menyosialisasikan bahwa Pak Jokowi akan membolehkan pria menikahi pria dan perempuan bisa menikah dengan perempuan. Ini adalah hoaks dan cara kotor dalam kontestasi pemilu," kata Romahurmuziy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin., 25 Februari 2019.

Baca juga: 3 Ibu yang Kampanye Hitam ke Jokowi Masih Diperiksa Polisi

Politikus yang akrab disapa Rommy itu menanggapi video kampanye yang dilakukan dua orang perempuan yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Rommy menyebutkan penyebaran hoaks seperti kampanye ini tampaknya sudah biasa dilakukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Mereka memang tidak memiliki program yang bisa mengungguli Jokowi-KH Ma'ruf Amin sehingga yang bisa dilakukan hanya propaganda hoaks dengan berharap masyarakat memercayainya," katanya.

Cara-cara seperti itu, lanjut Rommy, tentu saja menabrak semua aturan yang ada. Menurut dia, kampanye harus berdasarkan fakta, tidak menyebarkan hoaks. Kampanye hitam seperti itu selain melanggar aturan pemilu juga melanggar aturan hukum pidana.

Baca juga: BPN Prabowo Bela 3 Ibu yang Diduga Lakukan Kampanye Hitam ...

"Namun, karena kubu Prabowo-Sandi terbiasa menabrak dan melanggar aturan, kampanye seperti ini pun tetap mereka lakukan," tambah Rommy.

Rommy yakin berbagai hoaks yang menyerang Jokowi-Ma'ruf Amin justru akan mengundang simpati pada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu, apalagi mereka mempunyai program dan kinerja yang sudah diakui.






Spanduk Penolakan Anies Baswedan di NTT, Masuk Kategori Kampanye Hitam?

18 hari lalu

Spanduk Penolakan Anies Baswedan di NTT, Masuk Kategori Kampanye Hitam?

Spanduk penolakan Anies Baswedan tersebar di NTT. Apakah sudah masuk kategori kampanye hitam?


Eks Napi Korupsi Romahurmuziy Hadiri Harlah PPP, Sebut Hak Politiknya Tak Dicabut

20 hari lalu

Eks Napi Korupsi Romahurmuziy Hadiri Harlah PPP, Sebut Hak Politiknya Tak Dicabut

Muhammad Romahurmuziy atau Rommy hadir dalam peringatan Harlah PPP ke 50 yang dipusatkan di Stadion Kridosono Yogyakarta


Hadiri Harlah PPP di Yogya, Sandiaga Uno Berpantun Jemput Kemenangan

20 hari lalu

Hadiri Harlah PPP di Yogya, Sandiaga Uno Berpantun Jemput Kemenangan

Sandiaga Uno disambut meriah oleh massa dan simpatisan PPP.


Anak Haji Lulung, Ketua PPP DKI, Bela Romahurmuziy Kembali Jadi Elite Partai Ka'bah

24 hari lalu

Anak Haji Lulung, Ketua PPP DKI, Bela Romahurmuziy Kembali Jadi Elite Partai Ka'bah

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Guruh Tirta Lunggana menanggapi kegaduhan setelah Muhammad Romahurmuziy kembali masuk DPP PPP.


Romahurmuziy Kembali ke PPP, Berikut Kilas Balik Kasus Korupsi yang Menjeratnya

25 hari lalu

Romahurmuziy Kembali ke PPP, Berikut Kilas Balik Kasus Korupsi yang Menjeratnya

Eks narapidana korupsi, Romahurmuziy, terjun kembali ke politik. Berikut kilas balik kasusnya.


Romahurmuziy Kembali ke PPP, Bolehkah Napi Korupsi Terjun ke Politik?

25 hari lalu

Romahurmuziy Kembali ke PPP, Bolehkah Napi Korupsi Terjun ke Politik?

Larangan partai politik menyertakan napi korupsi dalam pemilu sebenarnya pernah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018. Namun dianulir MA.


Romahurmuziy Balik ke PPP, Mardiono Bilang Partainya Dukung Pemberantasan Korupsi

25 hari lalu

Romahurmuziy Balik ke PPP, Mardiono Bilang Partainya Dukung Pemberantasan Korupsi

Mardiono menyebut pihaknya tidak bisa menutup hak politik Romahurmuziy yang ingin kembali ke PPP.


PPP Harapkan Romahurmuziy Jadi Duta Antikorupsi Setelah Kembali Masuk Partai

25 hari lalu

PPP Harapkan Romahurmuziy Jadi Duta Antikorupsi Setelah Kembali Masuk Partai

Alasan lain Mardiono masih mau menerima Romahurmuziy di PPP karena usianya masih muda tapi punya banyak pengalaman.


Romahurmuziy Kembali Ke PPP, Eks Penyidik KPK: Tak Mengejutkan

26 hari lalu

Romahurmuziy Kembali Ke PPP, Eks Penyidik KPK: Tak Mengejutkan

Kembalinya eks napi korupsi Romahurmuziy ke PPP dinilai bukan hal yang mengejutkan. Komitmen pemberantasan korupsi mengkhawatirkan.


Tak Hanya Romahurmuziy, Ini Sederet Nama Eks Narapidana yang Kembali Berkiprah di Parpol

26 hari lalu

Tak Hanya Romahurmuziy, Ini Sederet Nama Eks Narapidana yang Kembali Berkiprah di Parpol

Eks Ketum PPP Romahurmuziy kembali menjadi pengurus di partai ramai menjadi pembicaraan. Berikut ini napi yang kembali masuk politik