Satgas Antimafia Sepak Bola Bakal Tindaklanjuti Saksi Mata Najwa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kanan) bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Rachmad Wibowo (kedua kiri), Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni (kanan) dan Puslabfor Mabes Polri Kombes Pol M Nuh Al Azhar (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan mengenai berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kanan) bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Rachmad Wibowo (kedua kiri), Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni (kanan) dan Puslabfor Mabes Polri Kombes Pol M Nuh Al Azhar (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan mengenai berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas atau Satgas Antimafia Sepak Bola Polri akan menindaklanjuti keterangan tersangka dan saksi yang diungkap di acara Mata Najwa yang disiarkan pada 20 Februari 2019. Keterangan mereka akan dijadikan sebagai bukti petunjuk mengusut kasus kecurangan pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia.

    Baca juga: Polisi Sebut Joko Driyono Perintahkan Rusak Barang Bukti

    "Petunjuk-petunjuk itu nantinya bisa didalami dan diselidiki oleh kami," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Ahad, 24 Februari 2019.

    Dalam episode 'PSSI Bisa Apa Jilid 4', sopir tersangka Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono, bernama Dani, menceritakan perintah bosnya tersebut. Ia menuturkan, beberapa kali diminta Joko Driyono untuk mengirim sejumlah uang dengan nominal mencapai RP5 miliar.

    Sementara itu, tersangka Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih menyebut bahwa semua manajer klub pasti menjalani komunikasi dengan wasit. Najwa pun juga menghadirkan saksi dari perangkat pertandingan sepak bola yang identitasnya dirahasiakan. Menurut dia, hampir seluruh pertandingan sepak bola di Indonesia telah diatur.

    Baca juga: Polri Menduga Joko Driyono Berperan di Kasus Pengaturan Skor Bola

    Bahkan, PSSI turut memegang peran penting dalam kecurangan pengaturan skor. "Itu nilainya satu kalau pengakuan saja. Kami butuh bukti dokumen yang menguatkan petunjuk," ucap Dedi.

    Dedi menyatakan, tak menutup kemungkinan informasi di acara Mata Najwa itu akan ditindaklanjuti oleh penyidik Satgas Antimafia Sepak Bola dan dituang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sehingga keterangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.